Memilih kemudian apa yang tak pernah kita yakini ia datang hanya untuk memainkan serupa nada yang sampai merdu jika sekali petik belum mampu kita terima namun kita hanyalah sebuah gagasan yang terbentur dan berserakan bukan resapan makna yang hadir terbaca kemudian kita mengelak dari takdir yang mungkin hanya kembalikan serupa sisa yang sia-sia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar