Sebulan sebelum menetapkan memilih untuk redakan semuanya mengucur dan ingat kembali akan bantahan yang tak letih dan akan tahan jika sebelum ini tak tinggalkan kemungkinannya adalah kedatangan dari jauh dan terduga saja kemudian memilih tempat lebih baik daripada mengulang siasat yang belum terputihkan siasatmu hitam serupa jalang
Jumat, 31 Mei 2019
Bagian 2
Malam ketika tak bergema dan pahit yang dibagi ke asal suara itu memantulkan bayanganmu pagi ini seolah kau tak ada sebab sebelum ini kita abai dengan gertakan yang menunda hanya saja kau tak mau berkelit dan memang untuk kembali pada jalur kita mendaki dan terasa lebih berat apakah rindu hanya akan seperti genangan yang ternamai dan kelak mungkin hanya akan kembali kepada pemiliknya
Setanggi
Ada saja dan kita hanya merendahkan nada suara tak lepas dari risaunya sebab lidah telah biasa tak ucapkan pelan tapi bagaimana untuk memeliharanya setiap perkataan kemudiaan memilih bunyinya masing-masing ketika itu sendiri diantara ruang dan kebiasaan ketika tak bisa membedakan perihal makna yang tersendat ketika candaan tak lagi membikin kita tertawa hanya jika pertemuan melahirkan langkah yang harus ditempuh seolah kita telah pernah tersesat dan hilang tak harap menemukan jejak yang gampang dan risau yang melatih untuk lagi menjadi fase yang diungkit lagi dan saatnya ketika tak punya tak apa
Nanti
Ketika aku pernah menjagaimu dan hanya dengan daya untuk mengingat agar lekas pulang kembali bagai desakan yang menyuruh selesaikan sendiri memang hanya akan kita sadari kemudian tetapi tak apa sebab hanya rumah beberapa kilometer lagi kita putihkan yang awalnya kita ragu tapi semakin sendiri aku malah hanya akan rebah dan menggoreskan penat pada lantai-lantai yang tak sempat
Pengulangan
Makanya kini arti tak lebih dari sedalam ingatan padamu yang tak kembali hilang ditelan malam hingga duduklah kemari saja kabarkan tak ada yang pernah mencoba rasuki diri selain daripadanya yaitu usaha yang gagal
Kata sambutan
Ketika nanti kita akan percaya kemudian bahwa hanya sepilihan yang tampil berkat tak ada yang menyudahi permainan nya hingga selesai suatu saat petir lebih dahulu berkejar bahwa hujan tak bakal sampai di negri usang bersipongahlah siapa saja yang tak merasa melakukan
Mampir
Memang hanya akan ada seberapa yang membalikkan perkataan kami tapi tentu saja yang tak berumah dan takkan pernah merasa untuk cukup ia hanya akan di goda terus oleh lucifer pernah sekali aku di datangi untuk menyebut nama kau
Perbaikan
Kemudian pelik hanya ada beberapa saat ia petik dan kumpulkan adakah renjana yang sama ditemukannya sebelum ini untuk duduk dan menghadapi apapun siapa saja mungkin akan mengamini saja juga pernah waktu itu meninggalkan salamnya dan kemudian melaju kembali ketika hari masih siang
Kas
Membuka pintu tertutup tapi yang ada buku bertumpuk dan kita tak raih hanya sesak ini milik ambang pintu yang tak dijaga hanyakah ada raihan yang belum lagi hanya kasihani serupa dulu
Siklus
Apa saja mesti terpakai dalam ruang dan dalam biduk yang karam tetapi hanyakah indra yang kadang tak tepat adakah yang kau sisihkan apapula memang nantinya mencapai bentuk yang tak akan mencibir dan menanyakan
Seandainya
Sampaikan ia nanti kepada aturan yang telah membatasi tetapi setidaknya kitalah yang berusaha untuk tak kembali saja perihal menggeser yang tak pernah nampak atau di rasakan berputar kembali ke arah jalannya si anak hilang yang putuskan dengan semoga bahwa semua kecewa temukan pengobatnya
Hati ialah jeruji yang tak pernah bisa kita santuni hanya jika ada yang tak nampak menyentuh dengan memilih dan kita akhirnya menolak kepada kata dan memilih berbagai cara menginginkan kembali setiap itu dan mengabaikan perihal yang tak akan mungkin terjadi
Salah sikap
Kemarin pula sepertinya tapi angin tak tertangkap hanya dengan usaha keras dari batu melingkarinya setelah ini kemana hampa saja tapi masihkah waktu lain ada dan kita disini menyingkap tabir seakan hari lain tak izinkan
Masih hanya sekadar nostalgia dan mengenang adalah kebodohan
Selang
Kemudian ia telah hilang dan tak akan sampaikan kemudian apa hanya keresahan tapi mustikah segala kita menengok ke lain dari kekosongan yang ada hanyalah bumi yang kembali berputar pada orbitnya yang kemudian hanya akan membuat kau dan aku tak semakin dekat dalam jarak yang terpaut oleh waktu kita merangkak pelan hingga memikirkan entah akan sampai berapa lama namun untuk itu tak akan perlulah lagi kesiapan kemungkinan atas apa saja bagi siapa saja yang bernaung di atasnya jika saja kita tak pernah menyanggupi untuk hidup entah apa lagi yang mesti kita dapati
Sia-sia
Menjemput petang dan kemudian hanyalah diam kemudian apa saja masih kelihatan seperti akhir dari sebuah novel panjang masanya datang ketika kami sampai dan meraih kepada apapun tak ada yang sisihkan jika saja memang kuat tak hanya dalam menahan tapi kembali menyampaikan pada dasarnya untuk tumbuh dan menerima
Sekalian
Sekali arti yang menancapkan ingatan hanyalah kepada kehilangan kepalang menanggung keresahan memang kemudian malah menambah hanya seberapa kaitan yang makin menyangkal itu perih atau kemudian meyampaikan apakah memang hanya kemudian menyambut sekali lalu memakai kata kita bukanlah kepalsuan
Sajak lama
Sebelum nanti terguling dan sampai kepada ujungnya
Sebab setiap penurunan melandai
Ia yang hanya pastikan akan kemana
Tetapi tetap ke bawah jua
Menemui atau tak menemui
Tak menantikan yang lama terjadi kembali
Lewatkan serupa dengan tempo yang mengatur irama
Dari apa saja
Lantas yang membentuk kita hanyalah serupa sajak
Kamis, 30 Mei 2019
Sanggup
Pernah ketika akan mencapai tak terucap apa saja akan tak dikenali kemudian hanya tinggal derap langkah yang teratur memasuki peristiwa yang menggenapkan setiap sisi yang ada hanyalah rasa sungkan untuk memulai malah hanya mengakhiri yang tak pernah kita sentuh dari semula apa mungkin dengan begitu kita akan hanya mampu menerima mengapa memang pada awalnya pun tiada yang menyanggupi
Retak
Suatu saat aku ingin menghela batas ketika embun akan jatuh tanpa teriakan yang pecah hanya buliran ia yang pernah begitu saja diam tak pedulikan kita hanyalah bulir embun menunggu jatuh pada pagi ketika matari belum benar merasuk hanya saja tak kurang dengan ketika menjauh dalam kejaran kita andalkan sendiri utuh tak tercerai dari makna maka aku akan menghela batas ketika embun akan jatuh
Perasaian
Kemudian yang berhak hanyalah kita sebab untuk sementara waktu lebih mudahkan dalam beragam yang mengeluh terhadap masa yang tak lagi sisakan tempat untuk jiwa kita terasing dan untuk itu kita menyerah yang sungguh hanya bakal menghapuskan air mata dalamnya kita sangka saja dahulu agar tak ada yang kembali maka pergilah jika benar ingin pergi
Senantiasa
Dalam petikan yang kemudian kita tanyakan apakah kemudian hanya terang serupa dengan cahaya ketika kita nyalakan pelita milik siapa yang kutemukan terletak entah terlepas dari apapun yang mengatakan bahwa kan tiada yang cukup mudah merasakan hadirnya serupa dengan ancaman suaranya itu
Peluh
Beberapa hari sebelum kita mencapai dan hanya keinginan untuk menyelesaikan perihal yang membosankan serupa derai dan kepak yang membalas tak sopan jika hanya diumbar namun apalah kita tak punya keberanian untuk bertahan sekejap dalam masa genting kita mesti utamakan damai
Ambilkan tempat
Seperti rindu dendamnya harus terbalas pada yang papa dan kini adalah sekumpulan dia ketika petang walaupun baginya masih akan ada waktu untuk mengukir dan menerima rekam jejak yang gampang terbaluri oleh demikian banyaknya aral serupa dalam kejadian yang tak ditakuti siapapun namun diterima sebagaimana halnya dalam mengehendaki rasa aman bertahan di dadanya dengan begitu siapa saja akan membujuk untuk tetap singgah tak usahlah pergi kemanapun walau kita kadang sering tak percaya dalam kewajaran yang kita kuatkan hanyalah semoga yang berulang dengan sangat meminta
Menjelang menemukan
Semalam tadi hujan kabarkan bagaimana untuk tidak bersuara dan menerima damai bagaimana cara kemudian tunduk menerima cita dalam gelap di pematang seorang mengangguk kepada angin entah dari mana datangnya setelah ini diam punya cara tersendiri untuk memaksa akur ketika tak seorang lagi pun yang mengalahkan hanya sunyi yang setia menerima dengan getar yang retak tadi
Sebentar
Kembali lagi mengingat persis seperti dahulu saat masih terduduk diantara rumput tepian sungai.
Sawah belum lagi terbajak dan kita sudah pastikan purnama tak ada namun mungkin akan hidup seadanya seakan ukuran waktu tak lagi memandang dan hanyalah perapian yang lagi di panaskan tidak untuk menyuarakan hanya saja saat genting kita tak punya penyangkalan lagi atas dari segala yang mengepung hidup mungkin akan begini saja
Jawaban
Terlahir dalam pekat dan menggurita ia hanya akan bangun dari pulas yang panjang dan tak kabarkan pada siapa yang permisi lewat lalu kembali untuk tak ketemukan aku di serambi masihnya akankah di abaikan serupa senyuman sebelum ia kuat benar tak tertatih dan menggapai bintangnya
Mesra
Sampai nanti jika angin belum tenang diburitan kelasi teriakan kencang daratan yang tak boleh lupa nanti hutang mesti terbayar lunas kalau tak mungkin hanya badai yang kirimkan salam kepada tuan yang mabuk oleh gelombang menghantam geladak dan pecah di udara aku hanya akan menitipkan malam padamu puan dimana ajal berkata
Minggat
Sampain ditepian merenang-renangi kita belum jua dapatkan penyumpal mimpi sebelum sampai nanti dimana hanya nyanyian yang tenangkan bukankah rindu melantunkan arah dan mengembangkan jalan pulang kalau tak aku hanya kembali serupa angsa itu yang tahu benar memintas jalan ke rumah
Sia-siakan
Memilih kemudian apa yang tak pernah kita yakini ia datang hanya untuk memainkan serupa nada yang sampai merdu jika sekali petik belum mampu kita terima namun kita hanyalah sebuah gagasan yang terbentur dan berserakan bukan resapan makna yang hadir terbaca kemudian kita mengelak dari takdir yang mungkin hanya kembalikan serupa sisa yang sia-sia
Siasat
Didalam pemisalan yang tak teratur itu hamba mendamba seperti apa saja yang kemudian hadir tak pernah pergi bagaimana pun jika memang hanya sedikit tak kurang ia dikenang lagi tapi kadang hidup tak suka terlambat amat dalam mencapai dalam memecah sunyi
Seolah
Kemaren pun aku hanya ciptakan sebuah yang tak terbentuk oleh bayangan ia yang kira kini kemanakah lagi menapak ataukah mesti berlari hingga tak terkejar lagi namun masihkah ada kemestian yang kita jaga karenanya hidup tak banyak yang merasai
Meraih
Yang seharusnya di temukan adalah rumah tetapi sarang penyamun pun tak apa malah jika hanya badai puan mungkin akan taklukan juga hanya jika senandung yang ditahankan puan akan segerakan tidak dengan segala batas dalam upaya
Menyangkal
Meraih janji dan menemukannya masih hinggap cukup sampai jika hanya getaran dan bidikan sang penentu seperti menduga hanya untuk kembali menerima apa itu hidup dan mengulang memahami realita tempat siapa berteduh
Amin
Dengan itu segalanya ada dan kita mungkin hanya perlu untuk mengambil sedikit waktu sebelum terbakar ke dalam apa yang kita sebut prahara dan hanya saja letak antara keseriusan dalam doa terpental begitu jauh sebelum kita sanggup memahaminya
Gagal
Kecuali hanya dalam sekali peristiwa kita dapat mengambilkan cerita itu yang tak bosan menyindir perihal urusan adalah yang pertama keluar sebelum bangunan diruntuhkan dan semoga kelak kita temukan damai yang terpelihara dari sisa-sisanya
Menyusahkan
Kemudian beberapa kali menamatkan sebuah undian kelak akankah kita sadari diri pernah menarik terlalu keras dan untuk itu ada harga yang harus dibayarkan dimanakah letak kepiawaian dalam langkah dan mungkinkah semuanya hanya berlalu begitu saja dan menyambut setiap helaan nafas dengan gampang sebab apa yang tak kita kira jarang kita jangkau dengan indera
Bicara
Semenjak terakhir belum diucapkan kata yang tak terucap sedari ini kita masih mengundur waktu yang tepat untuk mengucapkan terima kasih telah sempat dingatkan tentang kemudian
Debur ombak
Mendapati kita kata yang terakhir tercabik dan terampas dari lupa namun hanya akan meraih serupa debur sampai tak pernah putus hanya akan begitu selama
Santai
Pertama setelah ini tak bisa untuk memilih dan hanya beberapa kali celaka tanpa itu hidup hanya permainan yang kurang menarik baginya ketika suatu saat menjelma hujan dari balik tembok usang terdengar kelakar yang kelewat santun hingga kita hanya mendengar rincih suaranya sesaat waktu itu kita enggan berbuat padahal hidup masih memberi beberapa momen untuk harus menangkap yang dapat kita kuasai
Mencoba
Kembali kita akan mengiringkan dan masih serupa seperti ketika nanti menghadap mendapati diri hanyalah sebutir embun yang siap jatuh tak mampu bertahan atau jika saja lebih beruntung menguap dan menggumpal bersama awan kita tentu tak mau merasa sepenuhnya benar kita menolak untuk itu agar masih dibolehkan hinggap agar cahaya pertama sang surya tak terbuang sia-sia
Tamasya
Setelah adanya keresahan yang tetap aku hanya akan meraih petang jika nanti hidup bisa lebih sedikit berarti maka apa saja masih harus kita pilihkan untuk itu dan kita biarkan ia membias memantul kembali kecuali yang kita dapat nanti hanya sebanyak yang dapat dicapai ataukah semakin jauh kita temui ia hanya akan berulang dan kian dekat masih saja mengambil tempat makanya kuputuskan mendamba hujan dalam sekian kemarau kita tak pernah berulah seramai matahari kita matahari yang sama dan sejak lama menabuhkan senandung menantikan hujan
Rabu, 29 Mei 2019
Mengasah tajimu
Demi lautan dan hijau warnanya ke arah bukit tersimpan jerit pilu dan ratap tangis jika saja kelak langit akan kembali tak tertutupi dari jauh masihkah akan ada yang lupakan kesempatan dalam peroleh hasil juga untuk berpaling dari pantai yang melandai hanya sampai jika kini kita tak ributkan
Keluar
Raungan pengangkut besi baja telah sampai dan meletakan sisa kemarin yang belum selesai hanya ada sedikit kekhawatiran selainnya masih berharap untung memang jika hanya harus merapihkan namun jika mengulang lebih baik berhenti dan keluar
Selalu
Berita lama dari gurun yang gersang selalu tak mampu menawarkan kesegaran pelan dan perlahan menyeret sang anak manusia menelan semuanya kitalah yang seharusnya dan memang hanya akan begitu jika memang nanti tak ketemukan lagi jalan melewati kau dan aku hanya menjadi hantu
Setelah perang
Mendekatlah sebelum raya dan lapang telah penuhi lapangan dengan setiap dahaga karena telah menenggak apa yang kita simpan sekian lama hidup hanyalah pengulangan yang sia-sia
Kembali
Kemari dan ambillah apa saja kecuali yang tak lagi kau butuhkan maka tinggalkanlah selagi ia malas dan untuk itu kita pun telah diminta untuk kembali dan jangan hiraukan perjalanan panjang selepas ini
Usai sebelum dimulai
Kemudian haru dan yang ada hanyalah tanda petik sebelum kita habiskan minuman dan meja berantakan kembali aku akan menghilang dan sadar ketika pagi ia mengantarkan kemana ia tak pernah miliki tempat yang tak terbeli jua hingga dititipkan salam kepada kepenatan arahnya kelam malam itu hingga suatu saat kembali tanpa mengambil yang tiada pernah disuruhkan ia meminta untuk kembali mengingat beberapa permohonannya dalam lidah yang tercekat oleh gairah sesaat sebelum ia dijemput dan diantarkan pulang ia hanyalah yang terpisah tak menolak jika harus kembali dipersatukan malam ini ia ingin terlelap dan kembali mengulang menyebut sebuah nama yang tak ada di rekaan indra nya ia yakin suatu saat nanti ia pilihkan apa saja untuk di abadikan meski telah retak
Terjunlah
Lentera yang tergantung dan mengabaikan segala bentuk angin berhembus seaat tak juga mengantarkan kearah ramainya hanya saja ia tak akan pernah menukar dengan apa yang tak pernah didapatnya
Sendiri berarti dengan sanggup menahankan kerumitan yang tampil sendiri dan ia tak akan pernah sampai hingga betisnya menjerit sebab jauhnya perjalanan ketika itu
Suatu yang jauh hanyalah kesendirian mendapati ruang diantara hampa dan tiada pernah ia temukan goresan itu tertanam jauh dibenaknya selain berlari dan tak kembali mengingat arah ia hanya pernah sekali ketika melupakan wajah yang dikasihinya dan ia cebur kedalam
Aufklarung
Sampai ketika ia hanya hendak untuk membenturkan segala kecamuk dalam dadanya atau hanya ia tak mampu meninggalkan apa saja yang telah dimulainya selain itu pergilah ke bukit golgota di tempat kau merajah tanah dengan sendiri
Serapah
Sekali pernah begitu ia sampaikan kepadaku bahwa aku tak hanya menginginkan kehidupan namun juga segala apa yang memberinya hidup dan apa saja yang membuatnya terus hidup aku adalah kau yang mati sebelum pernah merasakan hidup
Wanita
Seminggu sebelum berangkat di beritahu nya ia tak akan kembali kepada ruangan ini yang ada hanya salam perpisahan darinya kepada siapa saja tak terkira yang hadir di kepalanya adalah adegan yang tak mau untuk menunjukkan pemeran yang kabur dan lagi tak menginginkan segala kejayaan kembali kepada hutan dan rumah hanyalah bangunan yang dimiliki oleh wanita sebagai yang menganugrahkan kehidupan wanita itu berjalan keluar melauli jalan di depan rumahnya yang hanya kembali di balik pagar kayu yang tersusun dan kemudian membuka sendal melangkahkan kakinya kepada taman memijak rumput yang tumbuh liar tak terawat hingga ia rebah dan nanti malam kembali suatu saat ia tak ingin dijemput makanya dimana saja pintu dibiarkan terbuka sebab ia telah khawatir oleh waktu bukan keadaan yang menyebabkannya begitu ia hanyalah wanita
Semoga
Kemana seroja yang hadir namun tak juga menunggui pada saat ia temani menyambut malam kau yang kini duduk sendiri tak mampu lepas darinya dari segala yang ia sebut sebagai kasih sayang ia lupa memiliki pedoman dalam hal ini yang ia ingat hanya beberapa larik dari puisi yang dahulu dan sejak lama mengaburkan batas antara dan hidup sebagai sepasang kekasih
Fals
Ada saja geraknya yang tak memenuhi lagipula menjangkau gerak kami ia hanya akan patah dan tak pernah temukan penyambung seperti sajak yang tak pernah tahu kemana di alirkan hanya ia tak pernah berhenti mengalir dalam sungai yang telah penuh jauh memanjang sampai muara hingga ombak menyapu dan mengembalikan salamnya
Saat di gelap langit tak lagi ada payung bagi yang akan berteduh selepas terik benar dan jiwa kita hilang pelukannya maka hanya begitu mungkin untuk dapat lepas dari irama yang jauh angkuh dan tak ketemu
Menjaga nyala
Adakah segala yang pernah singgah memberi arti sedalam langkah perginya ia hanya tak akan serupa dengan kenyataan yang menunggu jatuh tetapi apakah inginnya dari yang tak pernah muncul kecuali hanya dedaunan yang basah tak tersentuh dan beranjak berkatnya sebagian manusia betah untuk dapat berlama-lama namun bukanlah tentang nyali yang terjaga tanpa nyala
Meniup mimpi
Berakhir dengan air yang jatuh ke bandar kecil di depan rumahnya melibas serakan yang menghambat lajunya atau ia yang sedari ini baru terjaga dari mimpi panjang tentang perang dalam tidur yang tak pulas ia miliki dan akan memulai sebuah keinginan yang tak pernah di khayalkan serupa ajakan untuk pulang saja kemana kaki melangkah adalah rumah
Ruang kelas
Kemudian setelah adanya beberapa yang mengalah dikelas yang berantakan sebab ada yang tak hadir melainkan ibu guru yang sudah bosan menegur kemudian hanya dengan meninggalkannya ia mampu melupakan tapi tidak dengan pertanyan yang jenius itu bersama jawaban di dalamnya
Sajak jam dinding
Kemudian kita menjadi jam yang tergantung di dinding berdentang bila sampai pada waktunya apakah hanya akan mengabarkan tidak dengan ambisi yang kadang meragukan kita bahkan lebih sering menunggu dan mengajukan pertanyaan
Marah
Dawai dan senar yang kita tanggapi seperti menyandarkan hanya dengan derit pilu menawar luka ia akan terus serupa rekahan mawar di awal april menggeser dan tak pernah mundur pertanyakan seakan enggan kembali mendengar berita sebab dengan begitu kita tak kembali sisipkan kemarahan
Rahasia langit
Apasaja yang tak terhitung seperti hujan yang ramai membasuh kota yang telah jauh maju katanya ibarat anak tangga yang kita hitung tetapi ganjil namun apakah ia hanya akan malah mendapati kiasan di balik itu semua yang mungkin hanya akan kembali atau tak usah saja jika ingin dibandingkan dengan usaha-usaha mencapai langit
Selasa, 28 Mei 2019
Bakal
Berupa ia titipkan doa atau apa saja yang hanya akan kembali sebagai tagihan yang sampai dan tak lupa untuk menyampaikan rasa sungkan dan tak menimpa dirinya lagi dengan kesibukan yang ada saja
Keras
Kemarin aku mendengar sebab yang tak lagi dihiraukan oleh apa kita bahkan tak sempat untuk percaya sebab tuhan mungkin menjadikannya ada dengan begitu ia hanya akan berderma hanya dengan begitu fikiran ia tinggal dan menyulap segalanya untuk menjadi mungkin
Tak pelak
Apa saja yang akan terbentuk dari sisa awan kemarin dan datangnya kepada buritan tak pernah terpetik sedikit pun pertanyaan dan hanya akan kembalikan semua laksana hujan dan jika kau lebih suka pada petir sungguh ia hanya akan memberikan
Awan
Kemarilah masih ada sisa beberapa penganan yang tak dimakan sebagai dirimu yang apa adanya dan jangan kau sembunyikan derita itu dari tatapan yang kau beri mungkin hanya butuh sedikit waktu untuk benar kembali dan tak perlu sungguh untuk menyamakan diri
Gagal
Masalah hanya mengantar tetapi tidak membuatmu menjadi lebih mudah untuk menyatukan berbagai tafsir didalam benak yang menyimpan kenangan bukan milikmu sendiri
Masa telah usai
Adalah hanya teman sepermainan dan bila masa telah usai pedih tidak lagi akan menyeberangi jiwa kita panggilan terhadap keterasingan
Miskomunikasi
Adalah sebutir air yang bergabung dalam antrian panjang dan tak pernah akan mengira suatu saat akan melebur dan lenyap kasih
Kisah
Paruh waktu dan yang ada hanyalah yang terkasih menerimanya sama dengan hidup yang kau jaga dan terus serupa dongeng mengantar pada tidur ia hanya akan memelukmu dalam
Sabda
Dimana saja angin kan berhembus tak mengenai dan hanya akan terus menaiki seperti cahaya yang tak disinggahinya hanya akan terus menerus tanpa harus ia serupa keriangan yang tak berkehendak
Ke selatan
Ke selatan dan di selat ombak tak gaduh hanya saja diantara angin dan daratan bersatu tanda tempat kita akan berlabuh nantinya dan akankah setiap tanjung mesti disinggahi dulu sebab disini kita dimintakan tuk menetap
Pengandaian
Semilir angin menimpa kepalanya yang berat terasa oleh sebab ia belum juga tahu dengan kepada siapa harus mengalamatkan rasa yang tak ia pesankan semenjak lama ia tahu akan begini juga akhirnya ia hanya tak boleh mengabaikan kesalahan dan untuk itu terutama ia seharusnya tak berada di luar lingkaran keramaian menuju kepada perpisahan
Permisi
Malam baru saja kirimkan gadis pada mimpi yang tak menjemput atau suatu saat ia dinanti tak akan ditepatinya serupa janji yang konon sedari dahulu ia ingkari
Jumpa
Sampai juga hingga warna langit jingga semua pulang kawanan burung tak perhatikan tanah tempat kita saling menakut-nakuti hanyalah sedikit yang tak pernah terbilang
Pamit
Sewaktu kita tiada yang berdiri hanyalah untuk dikenang setelahnya kita akan tak terbiasa untuk mengambil peran yang banyak ditinggal sekarang akan berlain artinya untuk itu aku telah meminta diri lewat belakang
Batasan
Perlahan ia ambil kendali atas dirinya yang hilang dalam seribu penantian adalah sebuah batu yang tinggal sendiri saja setelah tanah yang terjal membelah dan menjatuhkan butirannya ke dalam jurang dan tak akan pernah dikenali setelah itu ia pamit tak menemukan tuan rumah
Secukupnya
Kembali ia menawarkan untuk duduk dan menjabarkan peristiwa yang dilaluinya hanya akan menambahkan sedikit waktu atau berangsur untuk pulih ia pun kembali peringatkan tak ada yang akan mengambil peringatan sebagian akan berbisik tanpa peduli dan hanya akan menutup sebelah mata atas keadaan yang tak dapat memilih hanyalah keterbatasan dan untuk itu kita tak cuma dibiarkan bertahan sementara waktu biarlah
Usapan di kening
Sekali saja ia menghentak dari kursi yang didudukinya ia tak meminta lagi untuk setia namun perlahan mereka pergi tak mendengar pembicaraan ini bukan saja tentang keterasingan diantara apa saja yang kita usahakan hanyalah kesertamertaan dari yang tak memikirkan
Sebagian memilih terpaku kepada bayangannya sendiri
Berdaya
Mungkin ini hanya akan dapat kita temui dalam beberapa siaran yang tak perlu hanya sepintas dan bila cuaca sedang tak bersahabat akan lebih baik untuk mengatakan hal yang sebenarnya meskipun terkadang sulit untuk menerima bahwa hanya dengan penerimaanlah segala kelapangan hati dan tak hanya mencoba menemukan dengan begitu belumlah cukup semua terjadi atas keterpaksaan
Dan kita jarang mengelak dari tugas dari yang semestinya tak kita campuri dengan alasan lain yang lebih kuat bahwa hanya akan menambah banyak kerumitan di dalamnya sementara kemungkinan atas apa saja yang bisa diketemukan tidak digubris kita lebih memilih menjadi tiada berguna
Damai
Demikian juga arti adalah yang kita sembunyikan tak nampak oleh sebabnya kita lebih memilih untuk diam sebab hanya dengan begitu masalah dapat disamakan sebagai jembatan dan adakalanya hidup mesti membagi dengan kenyataan sedikit ruang lebih atau hanya kita yang dapat bermimpi pulas dan menemukan hari berganti tanpa selubung yang mesti di rasuki
Berkisar
Kemudian mata ghoib mengintip perkara yang tak dapat kita selami mendencis serupa bayangan yang terus menjangkau dan menghadiri tetapi adakalanya meluluskan setiap pinta hanyalah seperti membayangkan yang tak kan pernah terjadi ada di hadapan mata
Sibuk
Kemari dengan banyaknya pilihan untuk menemukan kesejatian yang kadang dekat tetapi tak dihiraukan semua mesti perbarui setiap persoalan dengan yang lebih kuat dan itu pun hanya akan terjadi apabila punya sedikit saja kerelaan untuk mampu kita jalani
Sedikit tanya
Sebelum itu kita menjadi sadar bahwa hanya dengan sedikit bercanda saja semua akan mampu di atasi diri yang tak boleh letih menghindar dari halangan yang jauh-jauh hari telah mengintai perlahan menemukan tabir dan membukanya dengan keengganan untuk mencari jawaban sebab kita hanya akan kembali dan terus pertanyakan
Dawai
Misalkan kita hanya terbentuk atas kenyataan yang kita telan tanpa minuman hangat tentu dengannya kita selalu mengusahakan dengan sebaik-baiknya untuk tidak menyentuh dahulu makanan penutup yang tersedia dan atau sesekali terpaksa untuk menghadiahi diri sebuah harapan kecil yang selalu kita tunggu mungkin memang dengan hanya bersabarlah segala pintu terbuka
Menjalani
Demikian sebagian dari kita memahami tetapi tak berkurang dengan hanya sekelindan kisah didalamnya adakah kesiapan dalam menerka letak batas bagi kesanggupan kita untuk bertahan sebelum sampai keputusan itu yang tiada satupun sanggup mengubahnya dalam diri kita menyebutnya kesediaan
Searah jarum jam
Dibalik ini matahari tak menyinari ia singgah tetapi tak sampaikan maksud hanya akan ada seberapa kesulitan kita akan ingkari dan demi itupun apa saja tak dianggap sebagai halangan selagi waktu dan lorong gelap yang tak pernah berkawan maka marilah kita berdamai supaya lekas segala perih menjauh semua umpat demi apa saja kita hanya tak inginkan ketiadaberdayaan
Cukup
Dalam beberapa kesempatan kita hanya akan menunda-nunda tak lagi memulai lebih awal dari biasanya itu hidup yang mengajari cara bertingkah selayaknya dan agar tak terulang kembali mestikah resiko ini dihadapi dan lagipula kita juga tak merasa terjepit lagi ketika itu kita hanya menjawab sesuai yang kita punya saja dan alangkah betapa waktu menggiring kepada kecemasan yang kini terbukti memang hanya indera yang di andalkan
Mengakhiri
Makanya sesekali kami teriakkan biar jelas tak berkurang maksudnya hanya saja tak bertepatan dan itu pun kami dapat jika hanya kami yang melaluinya tidak dengan siapa saja bila saja kebaikan yang dirasa akan berujung dalam kesempatan lain ini terasa sempit tetapi untuk memulai bukankah tak ada yang lebih baik untuk itu dalam sekian harga kami timbang untuk tak menawarnya
Pos
Sekali ini pernah dan akan juga menimpamu aku yang dahulu sesekali atau hanya jarang untuk menanyakan ada apa gerangan kepada siapa saja yang datang jadinya kami mungkin menghendaki beberapa perpisahan yang akan baik dan untuk itu adalah yang kami jalani sebagaimana dan tidak juga dengan segala macam kemungkinan
Malang
Rumpun bambu yang tak di tebang jadi harimau bersarang dan lagipula tak akan turun ke kampung mencari makan sama saja dengan terjun kesungai di jauhi ikan atau saja di rimbun hutan tak lagi didapati tempat yang cukup untuk melahirkan anak harimau ia belum tentu piatu
Malam mendoa melewati iringan sebelumnya tapi kami kenang terus walau telah datang penggantinya meskipun akan tetap sama dengan peristiwa dan tak akan pernah dapat dihentikan
Kotak-kotak
Api pun menyala walau matahari sedang terik-teriknya dan di danau seorang bocah tenggelamkan kapal-kapalan yang tak teraih lagi atau bagaimana dengan seanggukan kepala yang menari di ruangan tadi kami memecahkan kesunyian dengan nyanyian dan juga wacana apa saja tak boleh di ajukan mesti dengan seberapa kalimat yang di dapat dari kitab lama tentang perjanjian atau hantu juga kami rasa miliki ketakutan dengan kau
Mengantar
Ditemukannya unggunan yang telah meranggas itu mungkin semalaman tadi ada ia juga yang mengitari api unggun hanya saja ia merasa tak pernah mengajak yang lain hanya saja ia merasa tak ada yang lain selain dirinya hingga terlelap di sandaran entah siapa baginya kemudian ia terbangun saat pagi masih mampu menyambutnya walau hanya sebentar
Sembuh
Semoga setelah menemukan kembali apapun yang tlah hilang di jalan tadi ia serupa mencari sebuah rumah yang mungkin hapal dalam ingatannya malahan hanya akan memberikan kesempatan lebih bagi dirinya untuk tidak di nampakkan apa yang hanya akan menundanya untuk berlari dari tempat ini ia hanya akan melewatinya
Masalah
Seiya dengan maksudnya namun apakah jika kehendak tak lagi berpusat kearah mestinya ia hanya akan kembali pun dengan sihir yang menanti yang hanya ada jika nanti ia mendengar tapi tak disahutnya ia boleh untuk pulang ataukah hanya akan disambut seperti sebelum ia sampai ke sini
Ukuran
Masih menamainya bumi atau memanggilnya begitu sebab disana air mengalir dari sungai-sungai dan masih akan menuju muara dimana saja kapanpun kita tak akan pernah meraja lagi serupa ratu yang kini tinggal dan tiada telah sanggup menerima titah seakan esok lama lagi
Bersiap-siap
Dimana ia akan dapati hawa sejuk yang berhembus dari gunung dimana puncak tampak berkilauan apa saja yang terlintas di benaknya hanyalah sebuah rencana tentang yang belum tentu berlaku tetapi akan terus menunggu momen dan tentu saja akan terjadi dengan begitu ia akan temui fajar dan siang nanti tak harus dengan hati-hati
Sepertinya akan ada yang lainnya atau telah pernah
Sedalam dengan segala keheningan yang tak menunjukkan tepiannya ia disini hanya akan kembali dan tak pernah cukup walaupun waktu itu kita pernah sepakat untuk kembali dan tak apa jika nanti kita lewati sebagaimana kita kehendaki dan ia hanya akan menanggung apa yang harus ditanggungkannya walau dari awal semua telah nampak tak begitu diharapkan ia hanyalah sebutir peniti dalam jerami
Bertahan
Sperti kamis hari dimana kau akan dapati dirimu menggentarkan sementara apa saja tak memihak dan hanya akan ikut menjadi beban dengan begitu itu ia hanya akan menjadi lebih sanggup dari dahulu untuk meninggalkan segala kelemahan yang tak punya tempat dalam dirinya semati angin ia tak akan berkabar begitulah perempuan yang menghabiskan hari dengan bertahan menuju hari selanjutnya
Senin, 27 Mei 2019
Selat
Apa saja dan kunantikan di tembok batas aku menjuntai sebelum kita reda dalam kata yang hanya dijual bilakah kau akan memulai untuk tak menggadaikan kecuali memang hanya perlu dan lagi pula ini semua berujung kepada kita
Seolah
Tak berkurang gelaknya kini dan itu tak boleh dibilang hanya saja ia tak terlalu begitu suka jika kami menelan segala kecuali cuaca akan samakah dengan kau yang sibuk edarkan peristiwa sebelum sampai benar mata pisau bunuhlah arti selagi sempat sebelum kelewat
Malam
Seandainya kelak kita tak lagi menyerupai tembok biara yang kini hanya cukup untuk di sambung dengan bangunan sekitarnya rumahku rumahmu juga namun apasaja hanya akan kembali sebagai yang telah pernah memberi arti
Diamkan
Apa saja tak mesti kali ini diantar kita tak ada yang akan dibiarkan tenggelam sendirian dengan banyak pilihan kata maka jamak saja bagiku begitupun pula dengan kerahasiaan yang kau jaga manapula hanya aku yang tak kau beritahu
Melewatinya
Kemarin kudengar kau tak sempat untuk kembali dan jangan saja kau lewati lagi dimana tempat yang dahulu kau pilih sendiri namun bagaimana pun juga kita mesti bersama selalu bagaimana hanya dengan kiasan yang tak perlu dan aku hanya akan
Sekian
Belum pernah mendengar namanya disebut bahkan dalam upacara yang sering kami lewati berdiri ia tak nampak malah hanya akan mengambil sudut diantara kita dan jika hanya dengan begitu ia bisa sekenanya pulang dan pergi tak perlulah untuk menetap dimanapun dan kapanpun
Kepunyaan
Selamanya ia akan kembali dan tentu saja aku juga tak akan kemana pun selagi pintu belum tertutup rapat dan preman masih menjagai warung-warung bagiku udara hanya akan dan tetap mengisi malam
Ampas
Perihal noda yang kita namai saja namun bagaimana jika hanya senja dan patung di toko sebelah sini aku juga tak pernah membuat suara ku lebih dari hanya dikte yang memantul lewat tak didengarkan atau mari kembali lalu patahkan hingga kau temukan segalanya berserak berhamburan
Suntuk
Kembali aku akan mengadakan dan mungkin ia akan hanya tersimpulkan disaat remang dan suntuk atau jelaga dalam dapur semalaman ia tak tidur namun masihkan resahnya bertukar harga dan angin tak berhembus disaat begini masih hanya menimang dan akan kembali
Sebilah
Tidak dengan bercanda ia kembali namun hanya akan temukan dirinya serupa diantara duri
Masanya nanti ia pernah kumpulkan sedikit keberanian untuk mengakhiri dan akan berlawanan sebagai ujung dari kalimat nya tak ada yang kenapa-napa
Tetapi sebelum itu ia pamit dan meminta untuk menyelesaikan doa jauh sebelum matahari naik dan ia akan menjawab tantangan ini
Di akuinya bahwa tak ada yang pernah beritahukan tentang pesta itu sebelum dan ia datang tak diundang
Selamat tinggal pada malam pada harga yang melambung ataukah masih ada bayi yang dibuang sembarang karena baginya langit telah penuh oleh gemintang ia berdoa saja dalam hati
Sampai jumpa lagi katanya yang bahkan tak sempat untuk menggunakan tiket terakhirnya yang didapat untuk kembali menemukan anaknya
Jarak
Janganlah gunakan tempo sebagai yang akhirnya mengurangi apa saja yang kita punya hanyalah deretan waktu itupun kita dapat ketika tak menerima saja pada akhirnya ia akan serupa dengan keyakinan setajam mercusuar dan kesini hanya dengan keutuhan
Penjaga
Seperti bunyi yang tak tersampaikan sebelum hujan jatuh membasahi bumi yang kini basah olehnya
Setiap tarikan nafas yang teringatkan hanyalah kewaspadaan dan untuk itu kita tak punya waktu lain sekiranya tempat masih dan hanya akan kembali pulang
Bahgia
Marilah kita disini dan tak kan kembali sebelum kata sampai dan hanya akan ada sedikit perjumpaan tak lagi serupa dengan asa dan cita tak apa jika memang suatu saat mesti menunda padahal kita sedang tak lagi menjalani
Mesiu
Semenjak kita tak akan kembali memang hanya akan ada sedikit kemungkinan saja lagipula setelah itu akan ada pula kemewahan yang tak berdasar semakin kita mencoba menebak yang tak lagi terpusatkan
Bukan kalian
Semakin kami mengembalikan apa yang sebelumnya mungkin pernah terberaikan dan hanya akan menjawab di saat genting sebab katanya firasatku tak mesti berlawanan apalagi kata bukan kalian
Ujaran
Tadi pagi aku hanya akan kembali memperbaiki sebanyak pun tentang dahulu yang mungkin pernah kita akhiri sebab hanya saja tak satupun juga akan selesaikan dimana mungkin hanya ialah sanggup singkirkan diri dari kerumunan dan akan tampak sedikit lebih menawan
Sekian dara
Kemarin kami tak menuai sebab ia seperti telah pernah menjauhkan segala apapun tentang pohon tentang cuaca dan tentang arah kemana angin berhembus lagi pula dimana tempat hanya ada sedikit kekhawatiran lagi dan untuk itu kita tidak pernah diminta untuk mampu
Malas
Persis dengan sewaktu pertamakali kami bergandengan melewati jalan di tepian dermaga dan memang hanya ada sedikit tak nampak dan jarang walaupun akan ada saja kami disini tak lama dan lagipula berita tentang perang telah henti di edarkan
Selesaikan
Masih saja ia serupa fosil di dalam ruangan yang di pamerkan makanya aku tak hadir malam itu hujan akan turun atau lembab memenuhi ruangan tadi
Sampai ia lupa bahwa segalanya diatur untuk tak terbentur oleh seorang yang kita pikirkan sesekali
Makanya sebelum melepaskan diri aku hanya akan berbuat semauku tidak dengan sia-sia
Pilihan
Masihkah kita jumpai nanti perkara yang ganjil tetapi kita hanyalah seberapa di banding yang lain yang tak hanya mampu mengalihkan tetapi juga memiliki dasar untuk merasai dan lagi kmenghapuskaa
tak dapat jika hanya sesekali saja atau bahkan lebih dari ini mungkin akan dapat menghapuskan
Sabar
Bangun tidur ini aku hanya akan mencabuti beberapa daun kering menggantung pada batangnya sebab bunga belum lagi sanggup mekar terhitung semenjak saat dimana bulan penuh muncul dan kita tak di sediakan lagi jalan kemana angin berhembus sama seperti di saat kita ingini sesuatu yang jauh dan tak sampai
Cacat
Hanya akan menyendiri dan asap yang timbul ini menutupi dan menjadikan jarak bagi kita namun aku pun telah berhenti sebelum nanti tua dan tak lagi menggunakan waktu dengan benar sebabnya oleh apa saja kini tak bakal menjadikan kita terputus dengan keadaan dan ataukah untuk sementara semuanya bakal menarik kembali dan meletakkan seperti ia tak pernah menimbang untuk kembali disambut serupa keyatiman
Sebuah momen
Siapa saja akan kembalikan apa yang tak seharusnya terambil dan bisa saja kita menolak untuk mampu lebih dewasa dan bila saja waktu itu kita memikirkan apa saja tentang kejadian yang tak terperkirakan kita ada diantara sepilinan alfabet yang mengabur dan membias tetapi tak kan apa sebab kita hanya akan kembali ke masa dimana hanya kita yang menginginkan sebuah momen
Siapa saja
Ia hanya akan meludah di ujung gang atau malah hanya berbalik dan mengingat siapa namamu kau yang kadang keliru bedakan sifat siapa yang membakar atau siapa pula yang menyejukkan semula kita beradu dalam lingkaran tetapi sebelum itu masihkah kau mengulangi darimana kau berasal
Sebelum peristiwa
Kami kira semula tak akan sampai hingga kemari berita tentang hal yang tak tergapai lagipula kita hanyalah denting-denting di antara daun retak kemudian mencari makna kita hanya lah butir embun yang menguap sebelum benar-benar jatuh dan meresap kepada tanah kita hanyalah pendar cahaya mentari yang gagal menemukan celah untuk menemui kau
Sejarah
Unggun dahulu sejenak lalu rimbun mengukur hingga sebatas badan aku juga tak terniat untuk menjumpai mu sebelum salam tak ada yang bakal mengerti dengan kedatangan serupa kita masih mencari arah kemana mestinya kaki atau pikiran digerakkan semula aku mulai pahami tapi tak sedikit juga yang mengambil dan tak kembalikan ia hanyalah segambaran yang tak perlu atau bahkan mulai melukai kita ia hanyalah kanak yang dahulu atau bapak tua bisa saja melaksanakan perintah
Liga
Tapi kan ia tak mampu dengan suara rintik atau torehan yang mengeras sampai ke ujung
Siapa disana yang tak kenali arti bahwa hanya khayal tak berpijak selepas itu kembalilah kepada penyair seperti menjumpai kawan lama
Aku sedang tak menginginkan darah semuanya berbenturan siapa yang tak tahan silahkan kembali ke hutan saja hanya peradaban yang kekal tak berujung tapi kelak akan tentukan siapa
Komorebi
Apa saja akan tampak lebih kurang sedikit mempesona jika yang terlihat adalah keserasian yang wajar tak menimbulkan kegaduhan selepas itu terserah apakah akan kembali sebelum dimulai dengan berbagai macam kemiripan yang tak sanggup mengenai dan hanya akan menimbulkan sedikit suara-suara
Dawai
Disini ada beberapa ya katakanlah dan ia hanya akan kemudikan dirinya atau tak pula pernah mengenal sebagian yang tak kita kuasai lalu mari letakanlah di antara ilusi tentang sebuah penghalang yang berada di sekitar tak jelas memang namun tak berkurang indahnya
Aral
Apa saja yang tak mesti kuraih namun cita pun kadang tak sekhayal biasanya ia hanya akan mengembang atau lalu kemudian mengajak terbang mencari landasan kemudian mengitari tempat yang melandai mari apa saja kan boleh selain sebuah percikan
Rada-rada
Baiklah seseorang telah memulainya jadi tolong sedikit untuk tak pecahkan barang yang terletak atau tikar yang terbentang tetapi kita dituntut untuk menjadi lebih dari biasanya bahkan sekalipun setelah ini hanya akan ada ketidakpastian
Tiruan
Makanya kami akan jadi lebih membutuhkan terang dibanding yang tak terkhayalkan makanya beberapa memilih untuk menyudahi saja bagiannya tidak dengan kemampuan untuk kembali dari kenyataan
Team is murder
Dan tak hanya dengan kesibukan ia melalui beberapa tingkat kesulitan yang ditemukan tetapi masihkah ia dijejali nanti dengan pertanyaan yang hanya dapat dijawab dengan cara yang begitu sederhana serupa dengan kita
Sekali ini
Dengan demikian ia hanya akan di sebut terakhir bahwa dahulu mungkin ia pernah untuk memulainya padahal ia tak akan hanya menjadi sedemikian menakutkan dibanding hidupnya sendiri yang tak di harapkan seperti cuaca malam itu yang tak ingin lagi di bahasnya dalam kiriman sajak milik siapa pun maka lain kali ia hanya akan mencoba untuk memulai yang dapat di selesaikannya
Menjadi gila
Misalnya ibu tiada lagi mengharapkan makanya hujan alirkan sedikit tempiasnya melewati atap rumah kita kami hanya inginkan kemenangan yang didapat ini tak hanya akan untuk cukup saja dengan air mata yang tak tertahankan lagi pula kami masih punya arah untuk melupakan apa saja atau sebagian memilih menjadi gila begini memang jika jalan tak lagi izinkan pengembara temukan tempat yang baik untuk berteduh namun kita hanya serupa dengan sekian kemudahan
Baiklah
Ia akan menanda dan mungkin hanya ada jika getirnya tak tersentuh lagi oleh aroma nafas yang kita bawa hanya ada dalam serumpun sajak yang terlalu sedikit atau singkat
Pagi tadi serupa kau temukan aku dalam bait yang terletak di antar radio dan wireless aku hanya akan menambahkan titik atau koma lalu ia kembali mengudara sampaikan kabar dari siapa saja
Dimana saja ia hanya akan menggelinding dan tentu saja kalau tak begitu ia lagi berusaha menyambut petang sama seperti dirimu
Tidur
Demikian semenjak apa saja datang dan tak juga nampak atau malah hanya akan mengaburkan kita tentu memiliki sesuatu hal yang jarang tetapi memberi jarak sebelum tidur dan benar memiliki beban serupa dengan orang yang kita kasihi
Seru sebutir debu
Sebenar-benarnya yang dihindarkan hanyalah boneka usang berdebu dan konon memilukan namun apakah masih ada jalan lain serupa dengan tangga darurat sesaat dibutuhkan sebelum lepas dari genggaman apa saja di pertahankan tidak dengan warna atau biru saja lautan bagaimanapun ia akan merasa sebagai pelitanya di curi dari genggaman apa saja yang seperti ini dibilang mengecewakan
Sajak abu-abu
Kemarin seorang anak kecil menangis ia kehilangan mainannya ia tak hentinya menangis dimana ibu atau bapak bahkan saudaranya menanyakannya kepadanya
Suatu saat nanti yang ada mungkin hanya dirinya tanpa apapun mungkin juga pertanyaan itu
Tidak dengan rasa yang membesarkannya yaitu tumbuh dan berjuang namun ia sadar mainannya tak akan dikembalikan oleh siapapun juga
Dan kemudian ia putuskan untuk menyudahi tangisannya dengan segala ucapan yang di simpan sebelum benar ia membedakan dengan kehilangan
Pantai malam
Seindah suara debur ombak yang sampai ditepian tetapi apakah ada yang berkirim pesan sehingga tak ada yang dapat dikalahkan selain hanyalah diri yang dapat ditampung namun tidak akan kembali kepada ibarat yang serupa dengan ketika kita tak pertanyakan arah haluan serupa dengan jeritan camar yang berpusing di laut milik kalian dengannya kita mungkin bisa bergelak dan menghindar dari suara ribut lalu miliki malam
Dikau
Semasa muda dahulu aku akan menanyakan tentang apa yang dapat kau tawarkan namun hari masih tinggi kemudian kita terpana tak menolak jika temukan pecahan kaca di ujung pembicaraan sebab yang ada hanya kita setelah itu hampa aku mungkin hanya akan kembali dalam setiap gempa dan akan tak dikenali selayaknya
Sabda pandita ratu
Ia hanya mudah sampai lewat jalan yang biasanya namun tak akan mengurangi waktu atau ia akan kembali sepertinya saja sedangkan apapun yang tak terbawa mesti di jemput dahulu serupa dengan titian kecil yang teringat oleh seruan sebuah dongeng yang panjang tak di selesaikan namun masih akan serupa dahulu
Pura-pura
Sebulan pun berlalu dengan retak dikepala dan angan yang yang tiada mengunci semua kembali menemui berita gembira pelan dan perlahan semuanya menular sebagai wabah dan akan menyerang siapa saja tanpa memandang apakah ia punya peluru lebih dari ini sedangkan peristiwa abai dengan keadaan makin ke ujung setiap nama tak ditemui lagi tapi hanya seberapa yang sanggup mengendap dan tak bersuara atau mereka hanya mewakili diri sendiri
Minggu, 26 Mei 2019
Kukira
Kemarilah seperti juga duka yang terhapus dalam bola mata kau
Hanyakah kasih tidak menuju namun kembali sedari kau hela nama yang kemudian meruncing hingga menembus mimpi mu sekian anak terjaga
Libur
Memang dalam api yang menyala biru tepat hingga kau kira hanya kau lah yang tak di sebut sedang angin ribut datang tak diundang hanya dapat sedikit memainkan untaian rambut rumah yang bersandar dari tanah kemudian kepadanya kembali sesal itu
Adu
Selamat jalan arah baru yang kentara ada namun kita hanyalah sepilihan yang tak mampu menelan sebab hanya beling yang kita nantikan setelah itu tak akan ada lagi dan hanya menyerah kepada kemungkinan kecil tentang hidup dengan begitulah semuanya menyebar dan kembali tak serupa memang
Sentosa
Sehabis telat dan mungkin hanya rayuan gombal kita tak lain dapat memilih dan memiliki arti dari kesekian duka apa yang kita dapati dari jemu yang tak hilang akankah semua kembali lagi dan merapat hingga tanah tlah dihuni kemari kau tuju aku
Terbit
Nun disana tanpa tanda petik dan hanyalah cerita yang diundur pelan sehingga kau pun lebih memilih menolaknya enggan menaiki tangga yang tersedia selain kita hanya kata
Gelegar
Semenjana hanya kata bukan kita hanya kata memang yang sanggup patahkan segala ujian dan aku tak akan pernah kembali sebagai dahulu aku tak akan menempuh jalan yang kini dihuni hanya kata dan raya
Kambing
Sementara waktu biarlah ia yang kau usir dari padang tempat kambing digembalakan kemudian kau pamit seperti ada yang tertinggal atau hanyakah kesendirian yang aku butuhkan sebab kita tak pernah benar-benar sendirian
Kemudian
Seperti sedia jika waktu tak pernah kembalikan apa yang tak juga kita singkirkan kemudian hanyalah sisa-sisa keriaan yang entah siapa menyimpan aku waktu itu menuduh kau yang tak pernah kembali atau bagaimanapun kita mestinya menjauhi segala kecurangan dan bisa saja meski waktu itu kau sampaikan bahwa kita sedang tidak baik-baik saja
Kemilau
Semenjak terang ia akan bisa atau biasa saja sedari pagi kami pilihkan segala yang terciumi sementara makna kekal dan tak berubah sedari ini masihkan kau kembali padahal aku tak akan punya banyak perkiraan diluar itu dan hari menjadi baik seperti sebelum saat hujan menjelma kau
Sebelum tua
Pernah ada sekian dan kita tak pernah menunda kitalah yang akan kembali meraih petang hanya saja kita bakal tak kuat atau kita hanya akan berpaling sedalam sejak kita begitu menharapkan perginya kekasih serupa impian yang dijejali adakah lagi cemburu itu serupa dengan miliknya yang tak bakal menua
Rima benalu
Seirama dengan nyala bohlam yang terang namun tak bakal singgah ia hanya akan menyentuh pundakmu ia hanya akan kembali seiring dengan segala kerja menunda kau kembali raih kasih agar tak jauh berkat semua yang kini kita sadari namun terkadang lebih juga tak akan apa
Sebelum tua
Pernah ada sekian dan kita tak pernah menunda kitalah yang akan kembali meraih petang hanya saja kita bakal tak kuat atau kita hanya akan berpaling sedalam sejak kita begitu menharapkan perginya kekasih serupa impian yang dijejali adakah lagi cemburu itu serupa dengan miliknya yang tak bakal menua
Lamanya
Kita pernah menyadari sedalam minuman yang hanya kau pesan di kerumunan ia berjalan melalui dan tak akan ada prasangka kitalah yang akan mewakili setiap khianat dan akankah kemudian kita dapatkan segala yang tak pernah kita miliki akankah ada yang lain yang lebih berhak atau pantas untuk mencapainya sedangkan makna tidak begitu namun tetap kemudian kita berikan kepada segala arti yang menolak kita singkirkan kita hanyalah sia-sia seperti bualan itu sesaat sebelum kalian menengok sesaat sebelum ia panggilkan
Sejelasnya
Berakhir kemudian tayangan yang tak kepingin tuk kita tonton kembali adakah arti tersaji sedangkan kata terpantul begitu saja di tiang listrik pinggir jalan anjing kawin atau bahkan seorang kencing berdiri ia hanya akan menyalakan dan mematikan serupa dengan semerbak baunya yang dahulu kau tak bakal suka
Penderitaan
Ia tak mungkin menemukan tubuh yang hilang dalam persemedian dan pencarian ia ingat bahwa tak satupun yang pernah pulang dalam saat ini ia hanya mengulang sajak tentang pembalasan yang tak kunjung selesai dalam satu atau dua bait yang ia dapati adalah tangan yang menampar-namparnya atau memperolok dirinya saat duduk di kursi pada sebuah taman ia hanya akan kembali jika punya sesuatu yang mampu mengingatkannya pada sahabat yang tak akan lekang
Keingintahuan
Sembari ia hadir dan kibaskan waktu sekarang jarang sekali menangkap kabar dari timur kemudian kita mudah sekali untuk terbawa dan entahlah kenapa kali ini suara nya tak begitu merdu sedang angin sangat membantu lagi pula aku hanya berdua bersama inginku yang belum juga kudapatkan tetapi mengapakah waktu lebih memihak kepada kekekalan yang sebentar aku cuma ingin tahu tuhan
Esa
Umpamanya semua kebaikan tak akan tumbuh sendiri kita yang tak miliki sedikit perhatian pada segala yang menentukan selain ajal selebihnya kita dapat tempat untuk memulai sebelum benar-benar binasa dan sisi liarku kau jinakkan dengan nya aku kan kembali meraih dan menggenapkan dahulu yang pernah begitu mengganggu segala duniaku
Sejejak
Sembari sebentar sekali ia berpikir akan menyudahi permainan dengan segala penat dan untuk itu ia tak bakal kekurangan banyak waktu yang akan mungkin saja ia dapatkan jika memelihara semua dan kembali lagi padahal tak kurang hanya sejejak dan tak lebih ia hanya akan kembali lagi
Urat buku
Padahal malam belum terlalu bagiku sesiang ini kita tak lain hanyalah kendaraan yang perlu bahan bakar misal tak akan ada tempat perhentian yang lebih mampu dari buku untuk dapat diam dan mendapatkan apapun yang kini kita dambakan seperti selama ini telah pernah kita kembalikan kepada noktah
Pertemuan kecil
Apa yang kelak belum mampu di tepati sebab aku hanya akan mengaisi serupa dengan ketiadaan tak berbentuk dan aku pun akan masih dapat menaiki kemungkinan terbesarnya sebagai yang telah pernah mencoba pula namun kataku tak miliki irama yang pelik sehingga hanya akan menemui noktah dibalik arti
Mau
Serupa dengan segala yatim dan apalah jika memang begitu kita hanyalah sedemikian kegagalan yang kita paksakan untuk dapat terpakai di surga atau neraka pun tak ku miliki sehingga yang patut di tunda hanyalah hidup dan dalam kesekian peluang untuk masih mampu berbuat apa yang tak tersedia karena kelak di sini kata serupa batas dan kawat berduri bebas dan terlepas dari segala macam bentuk usaha
Sisakan
Misalnya hari ini saja kita tak mampu lewati sekian kepelikan kita yang salah selain memang untuk itu kita dapat tempat untuk hanya kembali dan pertanyakan apa maksud yang tak tergapai apa makna yang tak mampu di selami selain ini aku masih hanya akan kembali dari segala macam kemudahan dan tak apakan jika aku hanya memberikan yang telah pernah kumiliki sekian waktu hanya saja kita tak sempat untuk dapat merengkuh dari sekian jeda dan pertandanya ialah kemungkinan untuk itu
Paripurna
Akan tiba dimana kita yang tak memilih untuk ada didalam sisa-sisa yang sia-sia seandainya kami tak lagi diberikan sedalam-dalamnya naungan sebab kami tiada sempat sebab kami hanya kenangan
Seperti api nyalanya terang dan membakar aku hanya tak akan terus dapat memasrahkan yang kini kutahu tak lagi di miliki sebab kita tak hanya perlu waktu untuk latihan
Andai segala saja kembali dan kita tak dapat memulai apapun yang kemudian kita tempati adalah segala kehendak yang tak dapat atau bakal mengisi sisian yang mungkin tak lagi terbagi kita hanyalah pantulan cahaya yang tak lagi genapkan hadirnya purnama itu
Inginku
Sekali waktu masih akan dan serupa dengan segala macam bentuk yang kini kita andaikan dan lagi pula kita mesti untuk menggadaikan segala macam ketidak tentuan yang kita kira akan kembali dan tak sanggup lagi untuk menistakan katakanlah aku mampu untuk menarik apa yang tak termaknai dari dusta
Susunan
Demikian suatu saat ia hanya akan tiada kembali memiliki seperti saja kali ini sebab jikalau seperti pertama kali ia datang kesini seumpama petikan yang tak dihitung tetapi termasuk kedalam bagian pertunjukan yang tiada dapat di kurangi sebab sedari dulu ia akan dihakimi dan tak kembali lagi jikapun hanya sebagai penutupan
Segalanya
Sehingga aku pun tiada mengelakkan apa-apa yang mesti dipersiapkan selain kemudian dapat menyudahi waktu dan akan sanggup untuk memihak namun apabila suatu saat kata tak lagi sampai menjadi kalimat yang akan di taruh di wajah sendiri makanya aku akan lebih membiasakan semuanya untuk tidak menyanggupi setiap permintaan untuk dapat memulai lebih awal adalah jeritan kesekian dari perbuatan yang tak terhitung dari utamanya doa
Jeda
Seperti cuaca yang hari ini kita temukan mengambang dan menguasai sementara waktu tak atau belum termasuk kedalam perhitungannya selama ia masih atau belum memaknai sebagaimana ia hanya akan menjauhkan dari empedu waktu itu
Sehingga beberapakali pun sanggup atau tak memberi segala sangka yang hanya akan kembali sebagaimana ia akan dan tampak kembali sehingga suatu saat akan menyerupai perintah
Seperti biasanya ia memberi dalam yang hanya akan disebut bila ia tak kembali sebagaimana layaknya ia pergi
Waktupun tiada sanggup membebaskan kata-kata dari tiada ia yang hanya akan menyambut kemudian mengawang di udara
Dosa
Dan adalah cermin yang enggan berbagi dia hanya akan kembali disuatu saat dan melepaskan kehendaknya pada batas-batas diri tidak lagi ia hanya harus menyerupai setangkai bunga atau ranting yang patah karena besok ia tak akan pernah meminta untuk dimiliki
Gertakan
Diakah yang sembunyi kepada datang serupa nyanyian burung di waktu pagi aku merapat kepada seruannya yang tiadakan kemelut dan keresahan tetapi apapula maunya yang tidak pernah berdiri disaat genting sehingga ia hanya akan ada didalam musik ketika dimainkan tidak lagi akan pernah sekeras dahulu
Hanya itu
Sebaiknya kembalilah dari jalan yang sudah tak lagi berujung dan jangan sampaikan kepada siapapun perihal yang kau temui karena berkat tak akan jauh dan jikalau angin telah bertiup kembali dan pusara akan aman dan jasad telah nyaman mungkin tak perlu lagi selusin ritual kita hanya terbelah selayak sunyi yang beku kemudian menjauh
Sisanya
Sebagai karib ia datang dan akan tak kembali jika ia kukenang selagi hari masih suguhkan warnanya yang tak jauh amat dari biru dan sedihnya ia lagi tak menyimpan perbekalan kemarilah selain itu kembalikan apa yang belum sempat kau pinjam dari tubuh yang kelak akan menua dan hanya jika kita berusaha lebih untuk tak melakukan akan banyak yang kembali dari itu sia-siakan
Sabtu, 25 Mei 2019
Pos
Mungkin kita bakal tak akan meminta lebih dari yang telah diberikan kemarin aku akan padamkan sisa bara semalam dari unggun yang kita nyalakan di pinggir pantai tak sadar cuaca hembuskan seberapa dan bintang tak sadar warnanya terkerlip di batas samudra jauh kutunjuk hingga ketika bentuk tak lagi dibutuhkan menampar ciumi kau tersandar
Jasad
Sekarang televisi lagi tak berani menghadirkan berita soal perampokan bank besar penculikan pembunuhan pemerkosaan atau korupsi akan sama bejatnya jika tak ada lagi yang akan benahi
Selain itu kata di pendam pudar hingga berubah arti yang ada seberapa kesamaan jikalau memang tak lagi dibutuhkan sini biar pedihnya kubuang dan kita hilang sesaat sebelum maghrib sentosa ia tak lagi mau berpindah sisanya ambil saja di lemari
Mata air air mata
Sehingga air yang telah panas dijerangi di tunggu hingga mendingin kembali dengan zat ia tertelan juga akankah ada sehabis ini perjalanan yang tiada pernah sampai dan rasa sakit yang tak ada obat hingga yang terngiang cuma perbuatan kita adakah nyanyian sanggup menggantikan suara langkah yang menjauh adakah sanggup menggantikan iringan yang mendekati
Mari sentuhlah kami tapi jangan kau lupa bahwa sekali saja berarti sudah itu mati
Puasa
Diri ku tiada mampu pertama keluarkan sebuah karma dahulu di balik teduh pohon ini seorang berselonjor sembari sesekali mengulang-ulang makna dari puisi yang ia hapalkan
Atau kau akan mampir kesini di tempat semula angin meminjam kau dan kembalikan sebagai kawanku hawa
Ia hanya akan pernah menjawab segala tanyaku
Baginya waktu tak akan menjauh dan ia siap bunyikan sebuah nyanyian
Beginilah
Darinyalah tenaga dan nyanyian yang dahulu dapat berlari dan masihkah deru terdengar sedang pekik telah merintih
Pelan kami tak pusingkan rencana tuan dari yang meminta bahwa ada hari lain yang akan tersimpan dan pakaiannya hanyalah permintaan maaf
Misalnya
Sepertinya angin yang berkelung dalam hujan sebelum itu ia menyisakan sampai telunjuknya beradu dan dalam samar segala ucapan didengar sedang makian tak lagi akan tercerai sembari mengusap muka ia akan terlupakan
Kembalilah dan dapatkan
Kembalilah sebagai yang telah pernah memberi
Misalkan kita tak kurang sepandai seolah hanyalah bahu yang lebih sepadan dengan permintaan yang di rangkai serupakah kita dalam gelap yang bisa hadir serupah kita dalam kelam tiada terukir
Usaikan saja
Sebaiknya kita tiada berikan yang di inginkan
Sebaiknya kita usaikan
Dan memang sebelum itu dialah yang penuhi
Dan curiga ini sebelum malam sampai dan kita butuhkan terang yang lebih benderang
Andaikan saja di tepian kita mandi dan anak tak terjagai
Sampai sebelum semua cahaya lenyap
Kita hilang bentuk
Nanar dalam tubuh
Pergi sana
Kita biasa untuk menjelajahi perkiraan yang gampang sampai kepada mirat
Dan cukuplah deranya berderai sampai chairil jatuh cinta
Seumpama kembalikah ia yang muda tetapi tak mati
Kembalikah ia
Senandung
Diamkan serunya dengan kehendak yang kita pakai sebelum seseorang telanjangkan dan mengganti setiap gambar yang kita bentuk dari asap dan minyak sebelum senja berkhianat sebab katanya setan tak pandai berpaling dari lantangnya
Siksa
Kemudian waktu tak bisa mengatakan bahwa kau yang kini melajang dan tak perhatikan bulan lagi tak ingin di gunakan dalam sajakmu
Tetapi apakah malam sanggup temani kau yang gentar oleh suara pagi kita telah pilihkan apa yang mungkin bisa kalahkan segala risau
Sehingga semalam aku tak akan menyianyiakan tak akan mendahului malam dalam mimpi yang usang dan berdebu
Selamat pagi
Setuju
Setelah tergeletak kami tak akan menyisakan lagi perkara menyisihkan sementara mesra utuh dan tak akan di dapatkan dengan hanya segelintir soal
Sisa nya bahkan terbungkus dan terpisah dari kulitnya ia goreskan padamu bintik itu yang sekarang kau tangkap dan kita bentuk semangat
Sisa-sisa kenangan
Kebun ibumu dibajak ayah sebab seharian ia akan atau tak pikirkan tentang seberapa kalimat indah
Makanya aku akan berlari mengejar sampai ke sumbu tempat pelangi mengatup bibir manisnya
Semakin kata dipelihara maka tumitnya memerah dan tak lagi memercikkan darah
Serupa anggur yang kini tinggal setengah kita tak punya tempat untuk mengeluhkan sebab katanya hidup tak lagi serupa dulu
Perantara
Sebutir daging kita bentuk dari huruf bukan angka
Bagaimana jika kesunyian yang membikin hercules bukanlah berasal dari dewa-dewa
Tetapi makian atas itu dan jiwa yang tergadaikan
Siasatnya akupun juga
Terpetik dalam titik dan koma
Sebab aku hanyalah nyiur dahulu yang dihembuskan kepada tubuh yang sekarang kau miliki
Bisa saja
Apakah sebuah kesakitan dipandang sebagai keliru yang terus diukur dalam rentang waktu
Selain meludah dan siapkan kemudian harga dan biaya atas segala yang mungkin hilang dan kan pergi
Sebab setiap kendala adanya tak bersisa dalam semangat yang kadang mundur tapi tak padam kita disebut berulang sebab kata tak diam ia bergerak mencari udara dan meledak
Kita
Sehingga ia pilih melerai perkelahian itu ia pilih terbunuh bersama dengan keramaian orang adakah disini tempat kembali yang baik tetapi untuk menghilangkan curiga dengan beberapa pelarian ia tak akan lepas begitu saja ia masih mampu menghuni persendiannya apabila segalanya membentuk perisai berlindung dari kepenatan untuk tumbuh bersama untuk bisa merasakan cahaya mentari dan larut dalam kepedihan yang tersaji
Bilakah kita mencapai segala cita dapatkah asa untuk membagi pedih disini segalanya akan terbilang semisal ukuran yang tak tergapai dalam siasat sementara akan adanya kehidupan lain
Masihkan kebiasaan hadir dari yang sederhana kita tak bisa kembali dari pembuangan dan begitu saja tiba-tiba kita sampai sebuah tempat yang tak boleh di tawar kita hanyalah kata yang tak lagi ditahankan tetapi tertanggung oleh racun
Seruan
Sehingga sejak di sediakan satu persatu masuk kedalam selimut tebal bermimpi dengan mata menyala disana terang lalu kenapa kita dibiarkan menyingkap yang samar dan tak boleh melalui sungai yang deras pekik seseorang maka semakin ia mendayung perahunya akan didapatkan sebagai anak kecil yang larut dalam cerita selepas subuh sesaat sebelum matahari terbit benar
Lain kali ia mungkin memilih untuk tak mengisi dandang nya daripada menyumpal terus yang bocor ini hari baru akan lebih tebal serupa kesaksian sebelum tua nanti aku tahu semuanya akan membilang dan janganlah serakkan dalam makna yang tak dapat diabaikan
Rahasia
Sehingga segala yang diinginkan pergi
Maka segala rupa yang ditahan dalam ingatan
Sekelebat saja ia akan berpihak kemana asap dikepulkan searah dengan jalan tadi kesini karena kami masih akan bertahan kepada sisa-sisa candaan
Dinas jaga malam 2
Sedemikian aku tak bakal lupa dengan bau serupa dupa dan juga kening yang berbulu sedikit itu tetapi kan kita tak miliki tujuan yang sama
Malam nanti bintang tak bakal menemui kita tapi dialah yang menjagai malam serupa dengan siapa itu aku lupa namanya
Sedari menjagai kata yang rupanya meluncur terlalu kata hati tak di dengarkan lagi
Terduga
Pernah demikian waktu yang tak adil dengan maksud untuk memisahkan kita
Selamanya adalah waktu yang lama
Makanya tak kusuguhi dengan semacam ketepatan
Anakmu bukan anakmu
Ada yang bunuh diri dalam puisi milik sapardi
Dan memilih renta dalam nya makna
Kita kemudian hanyalah yang membilang
Hanya kata yang sanggup keluar lari dari ketakutan
Demi apa saja kita tempuh kematian
Beberapa jum'at
Kembali hijau setelah sedari tadi berpusing kita dan kesekian sepi makanya ribut-ribut memecah sunyi apa ada yang telah lebih memakai dalam beberapa jum'at tak bisa tak menolak
Kedatangan
Dan kubiarkan ia tenggelam serupa surya di dadanya
Serupa lagu baru diputar makanya sepanjang trotoar tak lagi terisi
Aku kelewatan sebelum kereta pagi itu benar-benar berangkat kami telah sampai pada ujung ceritanya
Menyeberang
Berbekal buah yang kulitnya telah di kupas ia terus melewati beberapa hutan di sana mungkin akan ada tempat baginya menumbuhkan biji yang ia dapatkan dari beberapa buah terakhir sebelum sempat berbalas ucapan kami meraih kepada tepian sebelum melewatinya selagi muda
Senar kompong
Ketaman dimana berkumpul lebah dan burung yang tak hirau tangan serupa tembaga kau bentuk hati akan tampak memakai baris-baris lama pelan dengan mata tertutup atau angin ribut sekarang telah di petikkan senar kompong
Ke pesisir
Di padang akan tiba kuda yang di bawa tapi kesini seperti tak boleh ada yang menaikinya serupa dengan pagar yang yang hilang pakunya rupanya angin timur telah memberi ke ruas untuk segera saja mendobrak menuju pesisir
Saudara perempuan
Bertahun kami dapati ia meraja dalam sangkar yang dihuni sendiri sedang anggrek begitu memerah warnanya pada saatnya nanti ia tak akan lagi bersuara dan akan berganti burung lain dipelihara oleh tuan yang sama
Jumat, 24 Mei 2019
Sebatang lisong
Seperti lisong tak ada lagi setelahnya habis dan aku akan mengira bahwa melalui jalan yang sama pun masih dapat menjumpai kau yang sembunyi di balik tembok dan kembali adalah jalan berputar yang jauh kau boleh ambil sebatang sebagai gantinya untuk perang tak ada yang bakal menyisakan
Dakwa
Pernah ia meradang tapi tak mengorbankan segala rindu yang bersarang kini tak lagi menuduh ia hanya menyudahi
Seringkali
Akupun pernah menentukan wajah yang jamak sekarang tak lagi sebab ia masih akan datang menjenguk dan menghibur di masa yang akan datang
Mandiri
Damai apabila putaran waktu tak lagi akan pernah disentuh oleh banyak hal diluar kemandirian yang datang setelah lama di nantikan
Seminggu
Hari rabu dan lagi seminggu akan lewat ibarat kereta yang tak perlu di tunggu akan berhenti lalu kembali melaju
Dentang kesekian
Masih dan akan terus hadapi pahit getir muncul bagai keloneng lonceng yang berdentang menyampaikan berita dari peziarah
Ulangi
Demikian siapapun juga dapat untuk meraih petang disaat ia tak mengusahakannya sekali disini kita punya aral yang lebih dibanding kemarin tuk dapat dilewati jikalau telah habis segala campur tangan dan kesalahan
Pisah
Malam terlalu terang padahal hari baik mesti di ramalkan dan agar tak ada yang hilang kita undur pelan tak boleh terlambat kata kau dari balik unggunan kalimat
Kamis, 23 Mei 2019
Duka
Meski hijau daun tak pernah luput sebelum kemarau jatuh tempo dan meski ku lukis langit dengan pendar pada bumi ketika hujan aku akan menambahkan padanya duka
Seperti bunyinya
Jejaka dalam rima adalah mainan para biduan yang penjarakan mimpi dan segala kemuraman yang tak lagi berjiwa sebab semua nya pandai untuk tak mengambilnya dari sisi yang tak nampak
Diantara gegaris
Pernah pun dengan hanya satu petikan senar ia larut dan tak kembalikan apapun yang kau miliki segera ia lepaskan dirimu dari kegilaan yang bersarang menyaksikan segalanya berjatuhan dari tingkat paling atas dirimu adalah sebuah kematian
Kepada charles bukowski
Wanitanya menari dan pria berdendang bulan datang dengan segenap kebimbangan kita usir selagi mimpi masih jauh dan bagaimanapun semua menantikan sirnanya
Suara satu
Pun dengan segalanya yang malam tak pernah wariskan kepada wanita anaknya tak berhak untuk bungkam mesti pandai dan tak harus memandang kepada kelam seperti setan-setan dan sesanggupnya untuk mampu meyakini suara
Sisa mabuk semalam
Sejauh hari dan yang kutahu kita tak harus mengintai jauh untuk mendapat yang terbesar dibutuhkan hanyalah kesanggupan untuk memilah jalan yang banyak di sediakan tak jarang waktu ikut memakan seumpama dengan jerit di anak tangga penghabisan semua tentang semalam
Ode tentang kota
Diam berarti tak menyuarakan sedang ada yang mesti tersampaikan perihal kesanggupan yang serta merta membagi segalanya untuk mudah serupa jembatan dan ada yang harus dibuang jauh-jauh dari ingatan yang tak perlu bahkan menyadari itu kita sudah berbuat lebih dari setengahnya
Igauan
Pagi berembun itu banyak yang luput dari naungan sedangkan lorong panjang tak mesti dilalui dengan tangisan atau kalimat sederhana tentang bajingan yang kau ukir dan buang sepanjang jalan ini memenuhi pikiranmu yang sering hilang dicuri bayang-bayang
Merduka kepada suara zirah
Melainkan sebuah warna yang kau bawa atau serupa panji yang kini tak lagi mampu dikibarkan paska perang panjang dan juga penantian-penantian hingga pembuangan yang terakhir adalah penderitaan
Binatang buas
Jika saja segala tentang senja datang dan meski sekitar tak cukup memberi kau masih punya cuaca segala yang di butuhkan tanaman untuk hidup untuk sekedar tumbuh tak lagi mesti merangkaki dinding buta tak satu jua pintu terbuka dan kalaupun dalam segala kesemuan dan kesementaraan mengantarkan kepada penemuan yang mungkin akan dikira telah lama kita tetap dapat tempat untuk sekedar bernafas sekedar makan dan sekedar minum
Kenapa
Semakin angin menghembus kepinggir pantai yang tiada diisi oleh keramaian perahu bocor dan nelayan tak bergairah kembali melaut adalah lelucon sedangkan perut mesti diisi tapi ikan-ikan tak mudah disini selain kembali kepantai sebagai yang lain lagi dari nelayan sebab kita tak punya kekaguman pada lautan seperti bangsa lain kita lebih tertarik pada pegunungan dan apasaja tentang laut kita jauhkan dari dongengan
Apa saja
Jika nanti pinggir tebing ini telah di huni dan kita tak lagi dapat tempat untuk tumbuh serupa nyiur yang tergesa-gesa datangnya sedari tadi aku tak pernah menjagai rongsokan yang tak lagi dipakai dan teronggok di pinggir jalan sampai penuh dan disingkirkan orang dibawa ke suatu tempat dan di gantung hingga di beli orang sehingga nanti teringat betapa harga sebuah hal yang terlupakan seperti apa saja
Tumbuh
Dihijaunya daun ini sampai ke puncak tak ada satupun yang sanggup menyentuh selain embun yang tiap dinihari menyampaikan maksud penciptaannya arti hadirnya dan kesempatan untuk mekar mereka hanyalah sisa-sisa uap yang menjelma butir air yang senantiasa merelakan bagian nya sebelum jatuh terkena cahaya pertama ketika mentari terbit di suatu pagi yang biasa saja sebelum ada yang memetik dan menyatukan mereka kedalam pot dan juga kedalam tanah yang lebih subur semua berkat kesabaran saat angin mulai memainkan putik-putik mereka sesaat sebelum kemarau panjang itu tanah ini telah di kosongkan
Curiga
Di puncak daun gugur dan jatuh menimpa sebuah kursi panjang yang kosong sebelum bangunan ini dihuni ada seberapa laki-laki memasukinya dan setelah beberapa saat baru keluar diujung jalan ini mereka baru mulai berusaha kemudian berpencar seandainya tak ada yang melihat dari jauh seandainya tak ada yang menyoraki hei sedang apa kalian?
Balada 1
Setiap selesai berdoa ia selalu mengenang dirinya yang tak pernah menguasai cara untuk mendekati yang ada hanya perasaan-perasaan ganjil yang membuatnya selalu berhasil menjaga jarak dari siapa saja ia akan menggunakan dirinya sebagai benda yang bisa saja terlupakan oleh orang-orang terdekat ia umpakan batu yang tak pernah kehilangan apapun ia selalu saja gagal memahami dirinya terlebih jika ia berkaca yang ada hanya bayangan yang tak pernah di kenalinya itu berbicara padanya yang tak pernah di tanggapi tetapi ia
Noktah
Semenjak setiap nada tak sampai kepada dawai yang selalu saja bisa mengalah pada pemainnya tanpa maksud untuk meniadakan setiap halangan sebelum benar bersuara dan lagipula setiap selalu bergesekan ia kembali pada diam dan tak pernah mencoba lebih dulu daripada melodi yang singgah sebentar lalu akan kembali serupa dengan noktah
Kebun teh
Kemarin aku kan menjejali kebun teh dibelakang bukit yang ramai di kerjakan oleh ibu muda dan juga beberapa warga setempat yang mungkin akan meneruskan merawat tanaman tehnya atau pula memetik seberapa yang telah dapat di panen hingga nanti diteruskan dalam pabrik untuk menjaga nya dari cuaca
Berteduh
Saat hujan menantikan masa sepertinya akan sangat berat dengan berteduh hanya dari tempias kemudian percikan nya yang turut membasahi tubuh lebih dari kini ia menghindar dari hujan hanya dapat tempat sedikit lebih nyaman dari basah
Sebelum itu
Sesaat setelah menemui nya aku kira akan ada pesan atau kabar yang ingin disampaikan tapi tak sama seperti dengan dugaanku ia masih saja mengkhawatirkan tentang bagaimana ia akan kembali dapat menemukan peluang untuk segera bekerja dalam keadaan yang seperti ini ia cuma inginkan hiburan datang meski kadang kala tak tepat sesegeranya ia harus bersiap agar nanti tak sia-sia
Permisi
Dahulu sekali aku pernah mendahului langkah seorang ibu tua dalam gang sempit yang ternyata sekarang ibu itu menemuiku di warung kelontong milikku ia sendirian tidak sedang bersama dengan siapa pun masih kuingat langkah itu atau pun ia hanya akan berusaha mampu mengingat setiap suara yang terkejut saat berjalan di dekatnya ibu itu menanyakan pada ku sebuah alamat
Untuk mampu
Hanya saja setiap hal yang kita amati belum pernah menampilkan yang seharusnya ia hanya akan kembali dan jikalau memang harus ia tak akan mau saja menjawab seperti soal yang banyak sekali itu ia hafalkan jawaban dikepalanya tetapi kenapa tak pernah sekalipun ia membereskan dirinya yang tak terurus lagi bahkan ia hanya akan menjanjikan serupa dengan keterpaksaan untuk mampu
Puzel
Senjakala ketika kita masih memiliki beberapa kata yang belum di ucapkan tak sampai dan dengan demikian kita akan selalu merasakan pahit getir hidup yang tak seorang pun akan tahu kemana ujungnya bermuara kita selalu berusaha dan menerima segala macam bentuk perbuatan yang kita yakini tapi saja tak pernah menyelesaikan potongan ini
Gaib
Ia hanya tak pernah singkirkan keraguannya yang kemudian menyeretnya kepada gudang ini sedari tadi ia mendengar atau tak mendengar cuma samar-samar baginya yang ada perabotan lusuh dan berdebu milik keluarga nya yang lama tak terpakai ia kemudian periksa satu persatu tak juga di temukan muasal suara itu yang ternyata bersembunyi di dalam kepalanya
Panjang umur
Dan jika nanti siasatku pun tak lagi akan kau yakini tapi gema suara mu yang ada hanya saja kita dibiarkan dan mesti begini saja kalaupun kau tak berdiri lagi disampingku menjelma ia
Karena
Sesaat ia mampir dan tak pernah menanyakan perihal kenapa dedaunan mesti bertahan sebentar saja sebelum benar-benar jatuh sebelum sampai kepada tanah dan lapuk termakan waktu yang sampai kini ia kabarkan bahwa tak pernah ia menemukan bahwa si asing ini takkan kembali dan memerlukan ucapan
Derap langkah
Makanya air tak terminum sebelum pergi mereka memeriksa benar apakah anak itu ada disini atau mereka menanti saja tak berharap apapun selain menemukan apa yang dapat mereka bawa tetapi disini hanya jam dinding yang tak lagi berputar atau kemudian seberapa tanaman yang sejak lama tak diberi air hanya mereka jadi benci untuk mengungkap kenapa sampai disini mereka kehilangan suara setelah menemukan sepucuk pestol yang berisi peluru dan terbungkus sapu tangan mereka lalu bergegas berlari mengejar suara batu yang berbunyi sampai tak terdengar lagi seseorang jatuh dan menghujani tembakan kemana saja disana sebuah kepala pecah dan tak ada artinya lalu kemudian mereka terus berpikir hingga sekarang mereka menjumpai psikiater atau dukun yang terus mereka temui mereka hanya minta dikuburkan hidup-hidup setelah itu tak akan lagi tertawa saat mendengar derap sebuah langkah
Pantai
Seperti kini ia tak kunjung menempati kepalanya yang dibiarkan kosong atau ia tahu bakal menemukan sebuah kerang di pinggir pantai ini sendirian menatap laut yang dekat sekali dari genggaman tangannya makanya ia sadar ada sebuah tubuh yang tergolek di pasir dan mendamba sang surya sampai ia lupa membetulkan kembali topi yang di pakainya langit pencemburu katanya maka mereka bergegas mendirikan kemah dan api unggun berdua dimana saja tampak angin menjauh dan mereka menyeka peluh sebisanya tanpa ampun meraih fajar yang mendadak terbenam seperti bohlam yang padam tanpa maksud mengganti arah pembicaraan mereka putuskan disini tak akan pernah kembali lagi
Banal
Sekali lagi ia lalui jalan ini aku akan melemparnya dengan siulan mungkin biar saja agar tak didengarnya suaraku mungkin angin ia akan berpikir seperti itu lain lagi dosa nya pada ku tak pernah kuampuni tak akan sebab ia banal tak pernah selesaikan urusan denganku ia tak akan pernah berani menemui,
Pendar
Atau sebuah peniti yang di taruh dalam kamar tak pernah bertemu sampai ketika tangan nya berdarah ia hanya marah sekali jika mengetahui tak ada yang pernah melihat tuhan berjalan dikamarnya atau peri miliknya atau apa saja yang membuatnya terjaga selain gila
Penyihir
Sehingga kami mungkin saja pernah mengetahuinya berada disini tetapi ia menghilang dalam pendar cahaya ia menjelma penyihir yang kadang jahil atau merubah wujud benda sesukanya ia hanya tak pernah memberitahu tuhan
Ia pilih kutukan
Semakin ia coba untuk sampai ke tempat yang tak pernah dibayangkannya ia sangka saja bahwa ia hanya permisi lewat saja disini dan dalam perhitungannya semua tak akan apa-apa cuma wanita itu selalu mengatakan sesuatu tentang sebuah tempat yang tak pernah sama atau sebuah surga ia pilih kutukan
Tanaman yang tumbuh tak pernah kami tanam
Pernah ia mengira tubuh ini tak cukup sanggu menanggung derita nya ia tak pernah menerima santunan atau seperti buah yang ditipkan padanya tak boleh habis dibawa hingga sampai pada tujuan penciptaannya yaitu menjadi sentosa ia sebuah tanaman
Penyembuhan
Seperti air yang mengalir membesar menyentuh apa yang tak pernah kau miliki sebab kita hanya sepasang sayap yang tak diharapkan tumbuh tapi sekalipun belum pernah diminta kitalah yang mencoba untuk dilupakan sekali ini tak ada kenangan tak ada hanya kekal menyembuhkan
Untuk Arai kami
Jangan pernah memulai apa yang tak akan sempat kita selesaikan dalam obrolan warung kopi dan kau akan tahu apa yang pernah menjadi keraguan dan kekecewaan ku atas segala ketidak tentuan dalam pengejaran yang kita sama-sama simak yang kita sama-sama wujudkan,
Kau tak pernah lebih tampan dari Rhoma Irama.
Ayat kasih
Maka ia tak hanya mencapai ku namun apa yang telah lebih dulu pernah memancur serupa air tak akan pernah bisa ditahan hingga segalanya tenggelam dan aku hanya akan merenunginya selagi masih bergema ayat-ayat kasih
Mengalah
Semakin kuberjalan jauh dan tak pernah ku hafal setiap pohon tumbuh dan bocah berseragam dengan keluhan tentang kebodohan yang menular aku mungkin tak dapat untuk menapakinya lebih jauh lagi tak akan dapat atau lebih baik saja kita tak pernah memulainya atau segalanya sama dan meskipun aku tak sempat bercakap dengan kau tapi kita punya tujuan yang sama menjadi bebas
Refleksi
Dan jika kita tak membiasakan untuk mengakrabi setiap bahasa nya saja meskipun itu sangatlah sulit untuk dapat dikuasai seperti usaha-usaha yang gagal meskipun kita miliki sikap untuk melewatkannya sebagai kekalahan yang kurang dengan banyak hal yang sia-sia tanpa mengindahkan kekurangan didalamnya
Tak sengaja
Menarik dan menjatuhkan gelas yang terisi minuman tak sengaja aku menyinggungnya dengan kecerobohanku itu minuman yang tercecer membasahi lantai di tempat ini atau saja jika ruas nya lebih lebar aku tentu bisa melewatinya dengan tak menyinggung apa-apa karena sudahlah kita tak mungkin hindari yang tak dapat lagi dihindarkan tinggal bereskan saja dan mintakan maaf
Samar-samar
Tetapi pun adakah sayup-sayup suara nya mengganggu mu? Yang dalam beberapa kali terdengar begitu jelas seperti sengaja ia mengajak kita untuk betah berada disini meskipun terkadang waktulah lagi yang akan memutuskan bagaimana kita seharusnya sebab aku terkadang tanpa sadar serasa menjawab suara itu yang menjagaiku dari mimpi buruk dari segala hal yang bisa saja menimpaku jadinya aku sering menunda-nunda perihal malah terkadang aku memilih meninggalkannya tentu saja menyebabkan aku tak pandai benar dalam beberapa hal terlebih meskipun itu demi kebaikan ku sendiri dan kemudian suara itu senyap
Selasa, 21 Mei 2019
Bunga
Dan juga setelah hijau ia akan berubah merah jika terlalu sebelum itu kuning yang merona dan menawan mata yang memandangnya ia tak kan berubah tak akan dengan semoganya menggapai cahaya yang masuk lewat celah jendela dan mengeluarkan aroma yang wangi dan sedap di baui seperti itu memang seperti itu akarnya menyelinap antara tanah yang setiap pagi disirami ia tak kan bergerak tak kan berpindah ia menawarkan kesejukan yang sekarang susah didapatkan ia mencapai makna dan tumbuh sebagai bunga
Adalah
Sajak seperti panas api unggun yang tak sampai atau pandangan mata yang tak ku kenal saat berjabat tangan
Sajak hanyalah aroma tubuh yang tak sempat berpelukan dan untuk sekarang tak akan pernah
Selain itu sajak hanyalah perihal kecil diantara perbuatan besar
Sajak hanyalah perkenalan sebelum jatuh cinta dan selamanya menangisi ketidakmampuan sebagai manusia yang mengecewakan
Lirik imigran
Setelah panas dijerangi kami memilih untuk maju saja dan meninggalkan apa-apa yang tak terbawa di belakang kami mungkin akan memulai apa yang dahulu sempat direncanakan dan nampaknya tak juga mudah tanpa sebab
Anak kecil menangisi ibunya yang abai terlebih bawaan yang tak ada lagi hanya sisa-sisa harap hanya bulir-bulir kesungguhan untuk siap dan segera memulai kehidupan tidak di tanah kelahiran
Makadari itu kami akan lebih punya kesempatan bersama waktu mengenalnya yang dulu tak sempat yang kini menegur seperti kawan lama yang telah tak di temui atau sesekali teringat juga
Api
Menyambut dan bersiap dengan yang kusebut sebagai api
Yang membakar padahal kita tak menginginkan seumpama tercerai dari akarnya dan menemui kepada apa yang telah merupakan hak nya
Namun setelah itu kita tak akan menampik seperti mimpi buruk yang singgah dan mengganggu makanya kita jadi jarang untuk saling menemui
Bencana
Berawan kota akan hilang
Dalam sekejap atau luluh lantak dalam hitungan
Begitu juga dengan abu yang tutupi luka kami
Diantara seribu mungkin satu kami kenal
Hanya saja apa yang tersedia tadi akan tak kembali
Meski kukaisi sampah dan nama-nama berserakan
Idiotik
Telah kugapai dalam memori
Dalam pita-pita kaset yang kuputar kembali
Rima yang asing
Meninggalkan jejak
Yang ramah dan kadang tak meminta
Ia jarang dan berjarak serupa temali yang telah kita ikat pada kerak dan juga keengganan untuk menapak
Mereka memilih bungkam dalam suasana dan tak kembali apalagi menoleh mereka memilih diumpamakan dengan suara sebelum musik berhasil dimainkan
Penerimaan
Seperti gulma yang tumbuh di beton di sirami hujan dan di semai oleh terik cahaya matari yang selalu
Tumbuh berkat keterasingan atas tanah atas segala yang membawa kehidupan selamanya
Begitu pula akhir yang tak pernah dinanti tiba-tiba saja semacam keberuntungan
Senin, 20 Mei 2019
Elegi
Aku tiada terkantuk dalam gulita
Dan jika perih yang ku usap melebar getirnya
Maka segala risau kan jadi milik pekat yang tanpa penjuru
Atau di jerang di tumpat dalam bidang
Aku telah menghitam serupa arang
Dan juga sedikit noda yang akan kukenang akan ku timbang
Tetapi luka ini terperi dalam gelap
Dalam senandung duka
Hati yang patah atau bosan untuk memberi
Sekali ini kasih dan kan ku raih
Muara
Dan yang hilang antara udara sementara ia menyuarakan kerlip bintang utara dan tak menyentuh
Suatu saat impian akan mengering selayaknya daun pohon mangga yang pernah hijau suatu ketika
Atau telah dalam benar dan kita sangsi kita saksi yang berbicara serempak saat batang cemara bergerak tertiup angin entah darimana muasalnya
Ambience
Menemui kau dalam liang di jantungmu dan saat yang tak di inginkan kita mendua bersama ingatan yang mungkin akan berdebu
Sebuah tiang tertanam ketika pasang sebuah tubuh terdampar
Masihkah adakau disaat yang mengimpikan dan tak kembali sementara ia minta tenggelam
Minggu, 19 Mei 2019
Bujang
Ia yang hitam dan sesaat waktu tak berkutik tak akan sebab jelaga warnanya
Di pinggir kolam ia akan bersuka dan nyanyian tak di ulang dalam pelunasan masa sekarang
Mimpi ia huni dalam jengkal yang tak bakal di tepati seperti janji malam ini tak akan panjang
Atau semaput pada janda sehabis dibuahi dalam berapa purnama yang lalu telah lewat tak akan kembali ia rindukan nanti
Semua kucing bersedih
Kemarin aku bersua ia yang di carikan sesama pengemis dan gelandangan di sudut rumah nomor 14 baris kedua dari sebelah kiri jalan ini
Ia tergantung dengan temali yang di belinya dari toko bangunan milik haji zainal
Semua abai dengan kabar kematian seorang kecil ditengah usaha besar menaklukan kota
Tapi kucing garong milik tetangga tentu bakal rindu dengan nasi sisa atau tulang lauk yang di serakkan
Atau mungkin siti sekarang tentu akan tenang tak ada lagi yang bakal menggodanya ketika memasuki gang sempit ini
Padahal ia suka dan sedikit bersedih atau tertawa mungkin terdengar lucu baginya
Kepada kawan
Semakin kesini taruhlah yang kau punya dan letakkan diri sebagai ganti yang tak sempat terbawakan
Dalam begitu luka menganga
Tepis segala pinta tarik belati katanya
Kami semakin paham dalam derita
Dalam dusta yang terpelihara
Semakin ia meronta
Kau duduk dan tak inginkan siapa
Demi impian yang sejengkal dan jatuh sedalam tepian kita terpisah oleh kata dan darinya kita tempuh berlusin tahun lagi bersama
Di laut hilang ombak
Seberapa kain yang dideretkan guna dijual
Tetapi di pantai angin telah biasa disambut
Menjadikan ombak dan di kais oleh seberapa pemuda
Yang soraknya kau kenali jua
Ia terhitung dan akan punya tempat di tanah milik para datuk dan tembilang mereka punya
Berkali jatuh ombak membantunya menghempas ke pesisir dan akan diam atau hilang dalam mega langit akan pernah menjatuhkan ia yang mencoba sampai tapi tak perlu
Sekali ini pergilah lagi mendayung papan hingga sampai dan kau akan ikut dipecah dalam tarian yang abadi selamanya begitu
Dilaut hilang ombak
Dalam kerja
Sekarang ia bisa rebah
Kepada angin yang menyisir
Rumput dan akar pohon menjulang
Dalam kabut yang terangkat
Di tanah daun penanggalan basah
Yang koyak dari sumsum dan tulang
Kemarin sungai masih dilayari
Oleh petani yang kehilangan jembatan
Tapi kebun mesti di airi
Mesti di bereskan oleh duri belukar dalam semak
Dan tanah mengepul unggunan
Kalau hari yang telah biasa dalam hitungan semua menjadi lebih pelan dan pasti
Silahkan tinggalkan saja pesan
Sama sekali
Sekalipun ia kami arah kan ke padang yang di penuhi rumput tumbuh dan setiap tahun akan dijerangi kemarau atau bahkan di guyuri penghujan mereka mesti siap dengan kabar yang berhembus dari utara dan selatan yang sampai oleh awan-awan nan terbit dari puncak bukit yang tertanam di tanah yang selalu asin oleh air laut atau semakin kemudian segala tanamannya merambat dengan pelan memanjati pagar menuju antara setiap kepulauan semuanya akan sama dan segala reda pada saat matahari terbit dan tenggelam semuanya akan berguna segala yang tumbuh bahkan mati menjadi bangkai atau yang belum
Keakuan ku
Demikan pun dengan cahaya bulan yang samar-samar menerpa tanah tempatnya membuat unggun tetapi barangkali ia pernah berada di tempat lain sendirian lebih dari begini pernah di lakukannya dan memang adapun setiap kali sendiri ia hanya merasa tentram dan tak lagi mendengar suara-suara itu suara yang mengakrabinya suara yang merubahnya menjadi yang bukan dirinya tetapi bisa saja ia menyangkal dan tak menerima darimana datang nya suara tadi ia hanya terlalu takut menerima sebagai mana suara yang berasal dalam dadanya sekarang ia pun masih suka untuk bersendiri
Sebuah ketentraman
Dengan segenap tenaga ia berteriak di atas bukit ini hanya ia sendiri yang ada dan beberapa kali terdengar suaranya bergema ia telah puas sembari melepaskan kemarahannya pada pohon yang tinggi menjulang pada belukar dan benalu yang tumbuh merayapi tanah bukit pada jurang dan setapak yang ia lalui ia teringat hanya dirinya sendiri disini dan kemudian terbitlah keceriaan di wajahnya setelahnya ia akan melewatkan waktu maghrib disini dan senja sendirian dan telah ia bukan tak ingin turun tapi berada di tempat begini membuat hatinya tentram
Tersesat
Kelak mungkin ia akan menjadi lebih berani dengan segala ketidaktahuan nya tiap sebentar ia mesti berangkat dan pulang melewati jalan yang sama tak tahu apa sebab ia sekarang tersesat dalam melalui jalanan yang biasa di tempuhnya barangkali ia menjadi salah mengambil jalur yang tak tepat hanya begitu sebab ia sudah bosan jikalau harus mengingat jalan kembali
Cermin
Mungkin dengan pelan ia akan bisa menjelaskan apa yang sebelum nampak olehnya sebab kenapa ia bisa jadi gagu ataupun dalam hal yang tak pernah di bayangkan ia mengalaminya tidak saja segala perkataan itu menjadi sesuai olehnya ia bahkan lebih terkaget ketika yang nampak tadi adalah pantulan dari dirinya sendiri
Mendampingi
Semakin dengan memberinya kesempatan untuk beralasan yang cukup makanya kami jadi lebih hati-hati dalam mendengarkan apapun itu kata yang dipergunakannya
Belakangan ia seringkali terlihat berjalan tergesa-gesa dengan semrawut di wajahnya atau barangkali ia tak sengaja meninggalkan sesuatu yang sangat penting baginya di suatu tempat yang kami tak tahu bahkan jadinya kami ikut terhubung dengan kondisinya ia jadi tak sering marah-marah lagi
Saduran
Semakin berjalan ia kan melihat gumpalan awan itu dekat dan menguap disekitarnya tetapi apakah tetap akan memayunginya dari teriknya sengatan matari kala itu ia sempat berujar dahulu akan memelihara awan di teras belakang rumahnya jauh dari badai atau mendung jauh dari hujan dan cukup awan saja yang memutih di antara birunya langit dan disaat malam hari ia selalu memberi makan awannya dengan dongengan yang selalu berhasil dengan indah menjadikan awannya jinak dan tahu terimakasih demikian ia disebut penjaga awan hingga sekarang ini ia diketahui telah beternak awan yang berguna bagi manusia di sekitar tempat tinggalnya
Sabtu, 18 Mei 2019
Laron-laron
Laron-laron itu mengelilingi sinar lampu yang menyala di ruang tengah rumah kami dan berserakan seberapa bangkai laron yang mati di lantai mereka seperti terpancing dengan cahaya dan mengitarinya hingga jatuh ke tanah dan mati begitu terus hingga lampu tak lagi mengeluarkan cahaya
Puncak bukit
Setelah puas memain-mainkan gitar ia menaruhnya kembali dan menghisap kretek dimulutnya yang hitam ia tak bisa lagi menunda niat untuk kembali pergi ke bukit belakang rumah yang tiada satu orang pun yang tahu ia merasa ada yang tertinggal disana atau mungkin saja ia hanya tak perlu memberitahu siapapun dan beranjak dari kamarnya yang sempit dan pengap oleh asap rokok karena dimana saja ia merasa kesepian dari atas puncak bukit itu ia merasa gembira melihat kearah kota tempat tinggalnya yang sekarang sudah tak banyak lagi yang bisa dilakukannya disini suatu hari nanti ia mungkin akan melupakan puncak bukit ini dan kembali berada di tengah kota yang ramai dan penuh beragam manusia
Panggilan masuk
Demikian dengan setiap panggilan masuk yang tak diangkat atau pura-pura tak mendengar dering suara handphone nya sebab setiap pagi ia tak mesti harus mendengar suara itu suara dari pria yang sekarang mulai dibencinya dengan sangat nanti saja pikirnya biar ia bosan atau tak akan pernah menghubunginya kembali pria itu
Kemana saja
Kembalipun ia masih seperti sebelumnya menanyakan hal sepele tentang siapa saja yang ia kenal dahulu sebelum berangkat dan lama tak kembali sekali pernah ia menjadi diam entah karena apa mungkin saja ia teringat apa yang baru saja dilakukannya hei sebelumnya kemana saja tuan
Parit
Semenjak gerak tiada arti dan semua berhenti kau menjelma parit yang selalu berkumul antara gersang dan lembab yang mengungkung mu dalam kenyamanan yang membentukmu berduri dan tak di tumbuhi kemudian mengikat apapun agar tak pergi
Derita
Begitupun demikian dengan prahara yang tersimpan segalanya mesti rapih atau tak juga sama sekali menarik bayangan lalu tanpa perlu kembali mengulang maksud kita dan segala titik bersambungan menyerupai garis-garis membentuk sebuah rupa yang kita asing dengan nya namun kemudian kita bertanya ini apa yang membatasi gerak kita
Tiba-tiba
Sekali pernah aku tiba sementara orang tak ada yang menghadang cuma sisa bungkus makanan yang berserakan atau sekali ini aku mesti habiskan makanan ku juga disini tanpa menanti yang lain tiba kemudian segalanya sama dan aku pergi meninggal segalanya berserakan
Sesekali
Pertama-tama kami datang dan menanyakan perihal kau dan seonggok rongsokan tua yang kau jaga dan pelihara seperti kau begitu mengasihinya padahal telah ada yang menawarinya untuk itu kau pun menjadi marah dan tak akan mengingat perkataan kami selagi kau masih punya tenaga padahal memang belum benar terasa betapa berat untuk menjadi dewasa dalam setiap hujat kami kau hampiri dan kau mintakan sedikit saja kemurahan hati yang memang benar kami tak punya
Penjual sendu
Pagi ini memang kita belum tahu siapa yang telah begitu berani mengarak mendung kesini sebentar lagi turun hujan dan jiwa akan kembali pada segala yang memberi bentuk seperti air ia menerpa kau di saat duduk memberi beda pada tetesan dengan lebat ia bakal tak dihiraukan atau mungkin esok ditemui di pasar-pasar
Berteduh
Kemarinpun hari telah lebih berpuasa sebab panjangnya terasa dan sangat hingga pedih terasa waktu itu kecewa belum ada dan jengah terusir berkat nyanyian padang-padang yang terhuni oleh piutang angin kepada karibnya terik mereka akan senantiasa bergelut senda dan merangkul manusia untuk tak segan hanya mengeluh karena memang begitu ia hadir tak terasa serupa bayangan yang terbentuk berkat terang
Ketika itu sunyi
Tak akan habis sebuah malam jika dibagikan juga segala yang menyangkut di dalam bawalah keluar dirimu yang kurus oleh angin malam sebab esok kita masih akan bersua dan saling bertanyakan tentang keadaan dan segala gelisah tak akan pernah melewati mu jika kau tak beri jalan maka perbanyaklah berbuat apapun yang sanggup bagimu seperti sajak dan malam ini yang kau belah ketika itu sunyi
Sajak 8
Sekali pelan ia seperti menyebut sebuah nama dan entah kenapa ia tak akan tega sebab disini telah pula ia ikut merasakan kepahitan yang tergambar jelas di wajahnya bahwa tak usah saja kesana jika memang kau telah tak mampu lagi untuk membedakan yang mana bukan dirimu untuk apa tanyanya sebab telah habis segala sebelum sempat dihidangkan kita tak akan bakal menuai apa yang tak pernah kita tanam
Rangkap
Jika memang jalur ini telah ditutup maka kami putuskan untuk beralih sajalah ke jalan yang memang telah lapang oleh rintih suara pejalan kaki menyeka peluh dan membisu dalam udara tersiar bahwa esok tak mesti kembali pada penat sebab hidup hanya yang seperti ini sudah dan jangan sekali mengeluh dalam makna yang tak utuh
Tempat penuh terisi
Kemarin pun kami telah menganggap seorang telah terlalu lama menunggu bagiannya sendiri dan kami tak bakal memberikan apa yang kami tak punya seorang telah berjuang dengan begitu keras pada suatu sore atau kapan saja kita tak mesti menganggap kalah dalam nasib yang kadang dapat kita pikul bersama dan miliki sebagai yang telah pula lebih dari ini merasakannya
Dysphoria
Semalam bulan memancar terang tapi cahaya yang terpantulkan tak kembali semua bersuara dan minuman dimana-mana tinggal setengahnya atau habis atau saja belum di pesankan sama sekali namun curiga yang menguntit pelan setiap ketakutannya sebagai manusia ia hanyalah terlalu rindu dengan masa yang akan datang bagaimana bakal menyambutnya padahal disana-sini jalanan telah penuh semua bergantian mendudukinya atau perlahan melupakan saja seakan memang tak pernah bertemu atau mengangguk saja ketika di tegur atau mungkin malam telah lewat betul
Sajak 7
Ia telah berjalan atau memulai langkah kecil yang di ambilnya menuju ke suatu tempat ia sendiri dan berpaling dari himbauan kemudian semakin jauh ia menyadari ia tak ingin lagi berada disini namun bagaimanapun semua tetap menyita perhatiannya dan semuanya mungkin akan berubah pelan tetapi waktu yang ingin ia habiskan ia merasa benar-benar tak ingin berada disini
Terapi
Makanya tak ada jalan lain selain menggunduli rambutmu atau semua akan menyebar seperti luka bakar yang menjalar atau kau bisa saja tak abaikan tetapi ia akan terus serupa itu sedang masa akan habis dalam setiap saat dimanapun yang dilewatkan jadinya tak usahlah menimbang segala biar waktu kini yang mengobati segala perihnya yang tertinggal
Manusia
Menempati ruang kepalaku kau bisa saja merasuk ke ruang kepala orang lain tiba saja disini pengap oleh bunyi dan aksara jatuh diantara jurang kelaki-lakian ia kemudian menjelma burung gereja yang hadir saat pagi belum jatuh ia telah mengudara tak kulupa kemudian ia terajut dalam untaian doa malamku
Siapakah yang menjelma kabut di pagi itu yang kentara mengikis kerak di angan ku dan hari lain mungkin akan sama di lalui sebagai manusia biasa
Suatu jumat
Dibujuknya diri yang dahulu sering terabaikan dalam sesekali bernafas ia lupakan segala tugas pernah suatu saat ia mendengar kisah bahwa tak bakal menjumpa terang segala yang tak menunjukan jalan menuju kepadanya
Sekarang ia jadi menjadi suka menyendiri atau setiap hari jumat ia merasa ada yang tak biasa setiap tengah hari ia mencoba berlari tapi tak di temuinya muara segala kesedihannya ia jadi kurang yakin dan menyelinap ke sebuah kebun milik bapak tua yang ternyata kini lebih mengasihinya dari dirinya sendiri