Kemudian haru dan yang ada hanyalah tanda petik sebelum kita habiskan minuman dan meja berantakan kembali aku akan menghilang dan sadar ketika pagi ia mengantarkan kemana ia tak pernah miliki tempat yang tak terbeli jua hingga dititipkan salam kepada kepenatan arahnya kelam malam itu hingga suatu saat kembali tanpa mengambil yang tiada pernah disuruhkan ia meminta untuk kembali mengingat beberapa permohonannya dalam lidah yang tercekat oleh gairah sesaat sebelum ia dijemput dan diantarkan pulang ia hanyalah yang terpisah tak menolak jika harus kembali dipersatukan malam ini ia ingin terlelap dan kembali mengulang menyebut sebuah nama yang tak ada di rekaan indra nya ia yakin suatu saat nanti ia pilihkan apa saja untuk di abadikan meski telah retak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar