Setiap selesai berdoa ia selalu mengenang dirinya yang tak pernah menguasai cara untuk mendekati yang ada hanya perasaan-perasaan ganjil yang membuatnya selalu berhasil menjaga jarak dari siapa saja ia akan menggunakan dirinya sebagai benda yang bisa saja terlupakan oleh orang-orang terdekat ia umpakan batu yang tak pernah kehilangan apapun ia selalu saja gagal memahami dirinya terlebih jika ia berkaca yang ada hanya bayangan yang tak pernah di kenalinya itu berbicara padanya yang tak pernah di tanggapi tetapi ia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar