Kami berteduh di pinggir danau
Dari terik dan silau sang surya
Jalan setapak tadi
Dipandangan air tak terjangkau
Kembali riaknya buyarkan gambar diri
Dari mana suara-suara
Dan kita berhak menolak
Disini kabut pagi membawa salam dari kejauhan tak nampak kau yang tlah lenyap dan apa sebab angin berputar kembali pada kami saat itu yang tak mau kami tutupi adalah wajah yang tlah pucat dan bibir kelu segala arti reda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar