Kamis, 23 Mei 2019

Derap langkah

Makanya air tak terminum sebelum pergi mereka memeriksa benar apakah anak itu ada disini atau mereka menanti saja tak berharap apapun selain menemukan apa yang dapat mereka bawa tetapi disini hanya jam dinding yang tak lagi berputar atau kemudian seberapa tanaman yang sejak lama tak diberi air hanya mereka jadi benci untuk mengungkap kenapa sampai disini mereka kehilangan suara setelah menemukan sepucuk pestol yang berisi peluru dan terbungkus sapu tangan mereka lalu bergegas berlari mengejar suara batu yang berbunyi sampai tak terdengar lagi seseorang jatuh dan menghujani tembakan kemana saja disana sebuah kepala pecah dan tak ada artinya lalu kemudian mereka terus berpikir hingga sekarang mereka menjumpai psikiater atau dukun yang terus mereka temui mereka hanya minta dikuburkan hidup-hidup setelah itu tak akan lagi tertawa saat mendengar   derap sebuah langkah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar