Tak kau jumpai lagi danur dalam bengkok jalan yang meninggalkan gelap kearah datangnya
Selalu aku mengaduh dalam terang cahaya lentera saat ia hadir dan mengetuk-ngetuk dengan sabar pintu depan rumah yang tak biasa di lalui
Dan ia memilih membawa dirinya kearah samudra yang lepas dan ia ingin seperti begitu
Hadirnya seperti badai yang turun semalam jatuh di gudang belakang kami mengira tak akan ada yang mau mengakui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar