Dari semak belukar keluar seru butir pasir kepada air yang mengalir menjauhinya
Dihiraukannya gerakkan yang jelas dan matang seperti telah berlalu saja maka ia pamit dan tak mau menoleh lagi
Dalam permenungan ia teringat dengan suara yang dari jauh
Dengan rimbun yang mengelupas ia seperti telah memahami tak bisa untuk tak beranjak sekarang ini
Waktu itu angin masih berputar di kepalanya dan berbisik kau angin tak sempurnakan suara hujan
Ia tengadah kelangit biru yang ada hanyalah kekosongan ia minta diri dan tak bersuara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar