Jumat, 03 Mei 2019

Kota dan aku

Serentak kata itu keluar dari mulut pondok mereka
Kabut yang perlahan diukir angin yang berhembus dari lereng datangnya
Namun yang menyebabkan rasa nyeri disini adalah kali mati tak di aliri
Senyum bulan tersipu tak ada yang menyambut
Sekali terbit sekali juga terbenam

Bersama malam dan aneka riuh rupa di balikkan dalam sekali
Dan ribut yang punya hajat menyingkir
Mendung dikirim dari pulau
Serta merta menarik rantai yang memisahkan hutan dan kota

Telah sempurna purnama dan malam sampai pada pemiliknya
Kita sungguh tak pernah punya tempat dimana pun

Apalagi selain batas antara mimpi dan jaga
Sebagian menjadi aman dalam balutan selimut bikinan bunda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar