Menempati ruang kepalaku kau bisa saja merasuk ke ruang kepala orang lain tiba saja disini pengap oleh bunyi dan aksara jatuh diantara jurang kelaki-lakian ia kemudian menjelma burung gereja yang hadir saat pagi belum jatuh ia telah mengudara tak kulupa kemudian ia terajut dalam untaian doa malamku
Siapakah yang menjelma kabut di pagi itu yang kentara mengikis kerak di angan ku dan hari lain mungkin akan sama di lalui sebagai manusia biasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar