Kamis, 02 Mei 2019

Mati muda

Menenun kisah sebab sebentar angin lalu dan pecah
Kita begitu rapuh dengan segala berlubang yang mesti ditambal agar tak kurang indahnya

Kita seringkali dimiliki sebagai potret yang bisa basah dan buram

Sampai tak adalagi terdengar kita
Lalu kata mengambil perannya sebagi peluru pestol atau gagang golok
Lalu bercak darah dan pekik meledaklah
Subhanallah
Tak banyak yang mesti di tawan
Atau di kerangkeng selain kepala yang di isi dengan kisah dan kasih

Tak lama hujan pun reda
Dengan segala risaunya
Senja hadir tak menyapa
Ia yang sepi di ujung sayu matanya
Atau mencoba menggali ingatan sebab semua sama saja

Selalu dalam muram nya
Surut pasang semangat nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar