Menenun kisah sebab sebentar angin lalu dan pecah
Kita begitu rapuh dengan segala berlubang yang mesti ditambal agar tak kurang indahnya
Kita seringkali dimiliki sebagai potret yang bisa basah dan buram
Sampai tak adalagi terdengar kita
Lalu kata mengambil perannya sebagi peluru pestol atau gagang golok
Lalu bercak darah dan pekik meledaklah
Subhanallah
Tak banyak yang mesti di tawan
Atau di kerangkeng selain kepala yang di isi dengan kisah dan kasih
Tak lama hujan pun reda
Dengan segala risaunya
Senja hadir tak menyapa
Ia yang sepi di ujung sayu matanya
Atau mencoba menggali ingatan sebab semua sama saja
Selalu dalam muram nya
Surut pasang semangat nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar