Ia tak mungkin menemukan tubuh yang hilang dalam persemedian dan pencarian ia ingat bahwa tak satupun yang pernah pulang dalam saat ini ia hanya mengulang sajak tentang pembalasan yang tak kunjung selesai dalam satu atau dua bait yang ia dapati adalah tangan yang menampar-namparnya atau memperolok dirinya saat duduk di kursi pada sebuah taman ia hanya akan kembali jika punya sesuatu yang mampu mengingatkannya pada sahabat yang tak akan lekang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar