Setelah puas memain-mainkan gitar ia menaruhnya kembali dan menghisap kretek dimulutnya yang hitam ia tak bisa lagi menunda niat untuk kembali pergi ke bukit belakang rumah yang tiada satu orang pun yang tahu ia merasa ada yang tertinggal disana atau mungkin saja ia hanya tak perlu memberitahu siapapun dan beranjak dari kamarnya yang sempit dan pengap oleh asap rokok karena dimana saja ia merasa kesepian dari atas puncak bukit itu ia merasa gembira melihat kearah kota tempat tinggalnya yang sekarang sudah tak banyak lagi yang bisa dilakukannya disini suatu hari nanti ia mungkin akan melupakan puncak bukit ini dan kembali berada di tengah kota yang ramai dan penuh beragam manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar