Mendesak dan mundur
Ia angkat senjata dalam sekali tujah jatuh seberapa
Kedalam ngilu berbelit serapah itu
Aku tunduk pada waktu
Pada terkam jejak rindu
Ia adalah cambuk pada laskar
Berumpama dengan ganjil yang ku rebut dengan yakin
Aku pada debu gejolak itu
Menanti tubuh berganti subuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar