Kemudian seorang menghantui pikiran ku
Seperti ia merasuk kedalam cermin yang ada hanya ia dan bayangan nya
Semua menghilang
Dalam titik-titik bayangan kuketemukan hanya diri akan terpanggang oleh derasnya pengetahuan akan hidup
Dan memilih merasuk ke dalam kepala sebagai jalan lari dari kepedihan dan penderitaannya
Ia berteriak dan mengulang-ulang
Sadar! Dasar! Sadarlah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar