Semakin berjalan ia kan melihat gumpalan awan itu dekat dan menguap disekitarnya tetapi apakah tetap akan memayunginya dari teriknya sengatan matari kala itu ia sempat berujar dahulu akan memelihara awan di teras belakang rumahnya jauh dari badai atau mendung jauh dari hujan dan cukup awan saja yang memutih di antara birunya langit dan disaat malam hari ia selalu memberi makan awannya dengan dongengan yang selalu berhasil dengan indah menjadikan awannya jinak dan tahu terimakasih demikian ia disebut penjaga awan hingga sekarang ini ia diketahui telah beternak awan yang berguna bagi manusia di sekitar tempat tinggalnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar