Minggu, 19 Mei 2019

Sebuah ketentraman

Dengan segenap tenaga ia berteriak di atas bukit ini hanya ia sendiri yang ada dan beberapa kali terdengar suaranya bergema ia telah puas sembari melepaskan kemarahannya pada pohon yang tinggi menjulang pada belukar dan benalu yang tumbuh merayapi tanah bukit pada jurang dan setapak yang ia lalui ia teringat hanya dirinya sendiri disini dan kemudian terbitlah keceriaan di wajahnya setelahnya ia akan melewatkan waktu maghrib disini dan senja sendirian dan telah ia bukan tak ingin turun tapi berada di tempat begini membuat hatinya tentram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar