Sabtu, 25 Mei 2019

Sisa-sisa kenangan

Kebun ibumu dibajak ayah sebab seharian ia akan atau tak pikirkan tentang seberapa kalimat indah

Makanya aku akan berlari mengejar sampai ke sumbu tempat pelangi mengatup bibir manisnya

Semakin kata dipelihara maka tumitnya memerah dan tak lagi memercikkan darah

Serupa anggur yang kini tinggal setengah kita tak punya tempat untuk mengeluhkan sebab katanya hidup tak lagi serupa dulu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar