Kebun ibumu dibajak ayah sebab seharian ia akan atau tak pikirkan tentang seberapa kalimat indah
Makanya aku akan berlari mengejar sampai ke sumbu tempat pelangi mengatup bibir manisnya
Semakin kata dipelihara maka tumitnya memerah dan tak lagi memercikkan darah
Serupa anggur yang kini tinggal setengah kita tak punya tempat untuk mengeluhkan sebab katanya hidup tak lagi serupa dulu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar