Deretan kursi panjang di gedung tua yang kosong kini kembali terisi
Derap bunyi sepatu beradu dengan lantai yang di tinggal sunyi
Apa itu dan mekarlah ia
Yang beruang di sudut-sudut mimpi
Berjaga-jaga kalau telah ketika ramai
Pendar lampu di langit-langit
Masihkah besok akan di sebut dalam kitab-kitab
Dan masihkah selaiknya putih murni bergelimang bersama jelaga yang kita beri
Ampunan derita itu;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar