Ikan timbul tenggelam dalam kolam
Kaki-kaki air menangkap setiap gerak
Batu jadi bernyawa sebab ia yang di gores embun tak pernah bertanya kenapa
Hari masih pagi ketika sepeda motor ku gunakan untuk menjejal jalan yang bersimpang menuju bukit padang
Rebahlah badan pada bisikan yang terdengar dari arah belukar tumbuh
Daun bermata menatap ke arah matahari jatuh
Dan hijau sejauh memberi teduh kepada para-para yang mengeja sebuah nama
Pagi akhirnya kembali kepada bisik-bisik jemu
Ayun daun mangga dan lapar anjing yang mengitari komplek seperti memburu ucapan untuk berlindung dari panas terik siang itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar