Mata telah lelah
Waktu pun masih
Aku dimiliki sebagai
Indera yang letih
Dan tiap sebentar menguji diri
Beranilah itu kata terakhir yang dimiliki
Ketika kita tak sibuk dan bosan untuk bersantai
Makanya belati tersimpan utuh sebelum kata benar sampai
Lelaki itu memilih berkawan pedih
Dengan hak yang tinggi
Ia berjalan gontai
Sekarang hanya aku dan remang bulu
Pada bahu di lembah tengkuk yang kukaisi
Akan ada yang serupa dirinya
Tapi aku tak tahan lagi
Tak akan tahan
Mengusap pelipis yang sekarang penuh peluh
Kutinggalkan ia dalam selimut beludru
Minggu, 12 Mei 2019
Kelahi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar