Ada yang kian kentara
Hadirnya namun kau tak juga
Pernahkah embun menjelma seorang putri dan sayembaranya terdengar hingga kesini
Kita kelak cuma tinggal menunggu dan mengabur sebelum batas terakhir atau bertemu lalu menguapkan sisa-sisa mimpi yang tetap kita kaisi
Telah pernah seorang bungkuk datang padaku dan bertanya apakah masih ada harapan di bumi yang terang meski telah kita padamkan nyalanya
Ia berkata kita mungkin hanya dengan begitu merasa bersama-sama melakukannya
Tak baik jika hanya mendiamkan tak sanggup jika melebihi rasa takut ku sendiri bukan
Lagipula hari telah lama berkabung setelah habis rakaat pertama dan takbir belum pecah dalam kiasan antara kata atau doa kita manusia melayu berwatak tak menahu jika ada yang lebih beri arti dalam sekap yang tiada dapat terhenti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar