Sebab terlalu pelan atau entah mengapa mungkin sewajarnya
Kata benda adalah puisi
Dalam tumpukan rapat kertas kerja dengan parah jemari mengemasinya
Oleh para bankir
Namun sebelum timbunan pasir dan dengan sungguh para teknisi menghindarinya desing mesin yang tak terukur
Atau didepan cermin sebagai seorang petugas yang berkelana sembari menghisap sebatang rokok yang dibeli karena tak sanggup dengan televisi
Dihadapan adik-adikku celaan adalah mainan milik temannya yang disembunyikan lalu tak usah beri arti lagi bagi si penyair yang terlalu mengantuk di siang yang sangat panjang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar