Jumat, 12 Juli 2019

Legenda iyem dan abang becak

Di bawah beringin yang rindang
Berdiri pondokan tempat tukang becak selonjor menghabiskan panas di badannya
Hari baru datang juga begitu pikirnya
Maka kalender lama yang telah penuh dengan coretan ia sobek

Setahunya tak ada yang berani mengganggu tidur siangnya
Selain suara murai peliharaan
Dan itupun sudah mampu ia diamkan
Kini hanya siulannya sendiri sambil memecah gaduh jalanan dengan lamunannya menuju langit ke tiga belas menemui iyem dan kawan-kawan
Ia khawatir bagaimana kelak suatu petir menembus benteng yang ia bangun dari awan
Sekarang iyem betah disini tak mau beranjak
Dan yang ada telonan yang ia rangkai sambil menjagai si abang becak
Iyem dan abang becak tak temukan lagi tempat buat indehoy di sekitar sini mereka hanya ingin tetap jadi penghuni langit ke tiga belas
Tak peduli siapa tuhannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar