Pintu terhempas
Dan yang putih sajak kepada kawanan unggas itu lagi
Kita bisu sebab unggunan tak menyala
Tak sedia kobarkan yang kita punya hanyalah seperti bantal
Apalagi sesudahnya kata merekah dan kau tak layak sambangi
Makanya aku marah kepada iring-iringan ini yang tak beri berkat
Pada pilu yang terlewati
Sehabis ini kita pulang tak usah pertanyakan pada malam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar