Kau dengar ia selalu akan begitu
Dengannya kau mencoba lagi kali ini
Menempuh jalan yang salah sebab begitu harapannya
Tak peduli di ranjang pun kini
Sembab itu dan lembah
Kemana kurangnya malah hanya bertambah derita dan jeritan
Apalah lagi masa-masa dahulu kita begitu likat dan sementara beradu atau tak hanya pandangan pada tiang-tiang di jalan raya
Menundakah lagi komandan dalam pasungan dan sekali rebah tunduk di dekapan
Hanya biru setelah itu laut yang gencar menandakan anak-anak adam sendawa oleh betulnya paha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar