Yaitu sayapnya yang menampar sebelum kau terjatuh lalu mengerang sakit tak terperikan seperti apa baginda
Semenjak kau sadar seutas temali yang kini bertaut di leher kau dan tak ada lagi musuh yang kau kagumi cuma sekadar igauan cuma kenangan yang kadang kau hiasi dengan amarah
Rasa takut itu untuk mengetahui dimana kau berada atau sekeras apa hidup menjaga mu untuk tetap sopan menerima badai atau bahkan menjemput maut dengan santun semenjak kau tak bersuara lagi tuhan kini kau damba sebagai naungan dan hanya itu kau tak ingin kembali ke lembah itu, lembah orang mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar