Hingga nampak olehnya antara gulita yang kini namunkah hidup tak mesti tunduk dalam berpagut
Dan cinta yang terawang hingga patuh bujang mesti mendayung walau terkilir supaya sampai biar lekas hilang derita lalu berpuluh-puluh menantang supaya yang rapuh tak kita sidang
Di rimbanya harimau berkawan tempua yang bersarang jatuh di antara semak dan dihela pula lah sepantaran hingga ke jurang seorang tak letih mesti luruh menangkis pukul
Ada dalam kenangku tak terlerai lagi ketika kita mulai mencari hidup tak sulit walau sekali duduk sekali itu pula menjerit
Rasakan erangmu tertahan aku suka aku senang aku dekat dengan mati yang jaya jayalah yang kusut ikut menabuh dendang maut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar