Namun tiba-tiba saja ia berdiri mencapai kau
Dalam tegaknya itu ia hanya perkirakan satu
Yaitu ucapanmu
Maka lain pulalah sekarang yang di cabut tak berakar
Hanya senandung kecil sepanjang jalan
Kita ceramahi dan tetap tak terganggu lagi
Amarahnya itu yang kadang kau rindukan juga
Sementara langit berterima kasihlah masih punya hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar