Abai dengan rasa itu kali tak merah lagi
Ia benamkan dirinya
Sekali tiba ia pun menagih kepada wangi dupa yang dihirup namun kini tiada beda lagi ia hapuskan jeritannya pada untaian karang
Dan telah lama ia terkenang dengan
Haru biru tak terelak lagi dan yang pulang telah lebih mampu menenggelamkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar