Kemudian patah asa itu yang membangkitkan keringatku kala teringat dengan desir dan kau yang urakan
Membekas dan nadir serupa tetesan yang ditampung lama kemudian namun masihkan ada sedikit pula ruang dan antara kita tak berjarak maka rindu itu pada gerak memberi bentuk tingkah yang tak kau rindukan
Malah hanya akan mengingat sedikit lalu kemudian kemana sisanya bergerak atau tidak sama-sama tetap dianggap sedikit saja kemungkinan yang dijalaninya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar