Sehingga kita pun alamatkan kepada hingga tak berbentuk lagi kesunyian itu sembari ia kibaskan apa yang kini hanya jadi hiasan kami menarik petik diantara kata dan teranglah lagi pelita yang sebabkan kesengajaan namun sebelum benar ia merasuk dan kedalam bumi menanyai hari nanti
Kau kah yang tak pernah sampai kesini walau untuk itu kita dipilih dan hanya sekali saja rasa itu membeku dan luluh hingga kita lupa bertanya tak ada memang pertanyaan itu selain langkah yang kau hentikan sebelum benar merantai bumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar