Bersama angin kudengar kau tak lagi mengunjungi kota itu
Sukab kota yang dibangun oleh lelap dan darah bagaimana ini dengan nyanyian dan kelenteng tempat kau bisa meninggalkan aku sebab kau tampak tak mengerti lagi dengan keseharian kita
Memang sukab lebih baik menjauhi daripada ikut menanggung apa yang hanya sesekali kita dengar dan begitulah hidup tak lebih baik dari yang kita jalani
Yasudah aku sedang tak mau mendengar kau bernyanyi lagi pula suaraku sudah habis sukab kau boleh mengambil kopi di warung depan nanti aku yang bayar
Hanya memang aku sedang tak bersemangat jika hanya menjadi batu yang keras dan tenggelam itu sukab aku kau tahu tak lagi berhak berada di sekitar pantai
Yang mungkin hanya akan dikencingi oleh camar dan ataukah kau begitu sangat ingin melihatku pulang nanti dengan kotoran
Sukab aku lebih baik melanjutkan tidur siangku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar