Sebelum datang dan bergantian peneluh itu menggoyang yang tak ia punya dan sebutkan mantranya
Dimana saja api tak kurang panasnya dan tak bakal menyentuh seperti diri yang kita latih terus menerus serupa ladang yang sekarang terisi namun bagaimana dengan kemampuan
Iramanya mungkin akan tenggelam kalau kita pelan menyibakkan dan yang bakal nampak dan tetap berkilau pedang di mata seorang raja menganggap prajurit begitu mudah dan anggun
Kini hari kita tak punya kata lain selain sembunyi dari kilahnya semoga saja esok kita tak ketemu lagi atau bagaimanapun masih sempat untuk saling mengunjungi
Peragu itu titipkan sekian sabar dalam rusuk yang dihindarkan hanyalah sebutan yang ia pendam sekarang ia terkurung dan wajar menganggap apa saja tak kurang meriahnya
Apalagi kita mesti bisa menjaga dan satu yang kuatirkan tak pernah hujan membasuh dan sekalian saja kesakitan kemanapun dan dimanapun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar