Semasa kemarau tak henti awan jauh perginya dan kita hanya punya kolam tanpa ikan hanya bayangan berhati-hati lebih baik
Lalu kemudian setiap kita bergerak menuju yang tidak pernah kita hargai hanya kemudi angin menghalau kegersangan lantas segala gerak hanya menggantikan ketiada sanggupan untuk memanggil awan pulang ke padang
Lalu kemudiankah setiap pengecualian kita buat hanya agar nampak menjanjikan yang makin hilang kesini tanpa perhitungan
Seperti bisu dan lagu yang terus berulang melepaskan dahaga dari api dan dasarnya hanya kemilau panas membumi
Lalu diraihnya setiap kerelaan yang tiada terbendung sebab pacarku dalam latihan hanya meninggalkan sedikit harapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar