Kamis, 27 Juni 2019

Kepada pablo neruda

Semasa kemarau tak henti awan jauh perginya dan kita hanya punya kolam tanpa ikan hanya bayangan berhati-hati lebih baik

Lalu kemudian setiap kita bergerak menuju yang tidak pernah kita hargai hanya kemudi angin menghalau kegersangan lantas segala gerak hanya menggantikan ketiada sanggupan untuk memanggil awan pulang ke padang

Lalu kemudiankah setiap pengecualian kita buat hanya agar nampak menjanjikan yang makin hilang kesini tanpa perhitungan

Seperti bisu dan lagu yang terus berulang melepaskan dahaga dari api dan dasarnya hanya kemilau panas membumi

Lalu diraihnya setiap kerelaan yang tiada terbendung sebab pacarku dalam latihan hanya meninggalkan sedikit harapan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar