Pada apa saja ia mengambang
Menarik keseluruh aku
Padahal tak pernah dititipkan
Pada kami yang lebih dan tak kurangi
Pulau itu dalam jangkaumu
Dan sisian menepis gulma sampai gertaknya ributkan suara angin
Menjawab tanya atau kini berpaling kepadamu yang hanya bisa
Sebelum malam ini
Sebegitu rajin mengulang takdir
Tak pernah mendua kepada selir
Perginya sebelum runtuh langit dalam doa yang dipanjangkan
Di lorong biara ia lewati bayang-bayang
Mengejar tak perlu untuk berhenti
Kemana saja kau ku kawani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar