Faust lelaki tampan itu yang pertama kenalkan aku kepada suram yang kini kutempel di dinding dan depan pintu masuk kamarku
Suatu saat menjelang siang tengah hari tepat ia menyunggingkan senyum dan ada nana di sini yang kita kira sajalah dahulu tak mengapa merdu memang ketika aku sebut nama itu
Dan kau temani aku dahulu ditelaga yang telah puas kita arungi dan dengan itu aku berani membilang saat terpenting untuk tumbuh dan digarami
Jikalau saat nanti tak kau temui aku dirumah nantikan lah diberanda dan temani ayahku membicarakan kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar