Jumat, 28 Juni 2019

Relung

Sekali pernah mungkin ia berkabar dengan penuh menuju kemana arah suara itu muncul

Tak bakal hadir dengan segera dirapatkan telinga kepada tembok yang kelupas oleh garam yang menguap di pasir lalu dengan curiga ia menatap pada alina tak juga senja itu sampai begitu mungkin pikirnya

Padahal langit yang biru disekitar kanak sedang tak ingin marah hanya saja waktu ia biarkan berlalu dengan memejamkan mata tak kurang kali ini ingatan kepada engkau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar