Dimanapun kini kita pandangi unggunan api
Dan yang tak tersentuh adalah seru suara serigala
Dari bawah bukit penuh dengan hilir mudik
Tak pernah lebih keliru dari pandai-pandai untuk menyimpan kesakitan daripadanya menyembur segala dusta
Pagar lebih tinggi untuk dipanjati dibanding parasmu yang kini jauh oleh siasatku
Kita telah lebih mencoba dari masa muda
Yang panjang hanyalah kecemasan dan akan terkembang nanti layar pabila tuju telah tentu dan kita lebih ingin daripada mati untuk segerakan bercinta
Masing dari hidup tak pernah utuh
Mungkin keberuntungan yang lain akan hinggap dengannya kulabuhkan segala
Atau kita bisa untuk lekas menutup permainan yang diawali dengan kesengsaraan walau untuk itu telah banyak yang diampuni tak ada lagi walau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar