Benar saja di bingkai yang kini kosong tak didapatinya potret itu yang dia rawat dalam ingatan perihal keluarga kita sama saja
Dan jatuhnya ungkapanku tentang terjangan angin malam yang jahat perangainya aku pulang sebagai si bisu setelah menghadiri konser dan menghadiahi diri keramaian yang aku suka
Tak lama berselang gelas kosong kami pindahkan dan tak adakah lagi cerita tentang biru menjelma dan kau itu apa yang sekali alpa semua orang lupakan kau
Hanya kiasan yang tak tentram dan lagi sehabis ini kita masih sering meraih petang tak ada yang melebihi getar yang terangkum dalam dan hanyalah kerendahan yang kau harap agar sampai jua kau menyeberang kemana sehabis ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar