Rabu, 03 Juli 2019

Rumpang

Hanya kepastian milik kita selebihnya adalah kepura-puraan yang pandai ditutupi tak jadi perhatian

Bayangkan tak ada tempat untuk pulang yang kita sebut rumah
Dikamarku berserakan buku-buku
Dan aroma dari kedipan yang ku abaikan kemudian

Dengan hanya sebutir telur aku bertahan didalam cangkang yang keras namun rapuh
Dari rayuan untuk tak ikut saja
Sebagian protes sebagian lain memilih pergi pulang kerumah yang tak mereka miliki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar