Lalu kita berusaha sama dengan lingkar pada tengah jarimu
Kita yang abai tak tahu apa mungkin tak perlu para tetangga tanggapi kehadiran malamku
Walau dengan hanya menggapai tak tergapai menuju tak sampai
Walau yang kulakukan adalah menunggu
Dimana sejak harap tak ada sentosa kita akhirnya
Dan absurd jalan dulu kutempuh mendahului kau
Dimana kini lebih lapang dari kekhawatiran dan pura-pura tidak peduli saja tak usah diambil pusing
Mana yang retak kita sesakkan dengan yang kelak tidak tertutupi lagi
Damai sudah ketika unggunan api tak menjalar mencakar-cakar udara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar