Ada sepasang sepatu di teras rumah
Tamu dari jauh singgah mungkin mencari dirinya yang lain
Ada sebuah waktu yang bergulir di sampingnya
Tengadah ke matahari lembab dan wajah yang kering karena berulang terus menghadapi apa pun
Di ruangan ini waktu menjelma potret lama wajah ibu dan bapak yang kau basuh dengan cerita yang kau kenang terus hingga semenjak kini kau tak lagi hiraukan perjumpaan
Menjadi sendiri kadang memang menjadikan kita lebih bisa untuk mengatur dan memasang indra yang mana akan tidak kulakukan di hadapan mereka
Walau terbiasa untuk berpandai dan bicara sekedarnya agar tak ada yang terluka agar tak ada yang menangis lagi malam ini
Perlahan jalan dibentengi oleh kawan lama yang tak lagi kau temui mereka menyisihkan harapan bagimu
Kau yang hanya berdiam di ambang waras kau yang bertanya sekali bersua
Namun pintu dengan keras tertutup kau tak punya siapa-siapa apa lagi ini
Kau beri arti sedikit kepada tak ada yang dipedulikan orang-orang dari mu
Mukamu pucat termakan oleh masa depan kau gegabah tak memilih tempat untuk terjerembab dimana saja kau bukan lagi dirimu
Kau terbuat dari mimpi-mimpi itu
Selamat tinggal ucap mereka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar