Tak kutahu kita berenam berdelapan
Jelajahi lingkungan ini dengan telunjuk dan mulut terkatup dilarang bicara panjang lebar
Dan keatas diri yang mematung kena teguran
Tak sanggup untuk picingkan mata
Malam ini aku tertidur di tawamu
Dalam pandangan aku yang tak bisa seenaknya dapat memiliki engkau
Maka kemana saja serasa bersedekap
Dan siapa saja kita sangka kawan
Dengan hanya dan kita menembus malam lupa dengan irama mana kini
Dalam hijaunya langit yang akan tak tertutup
Tak akan sebab setelahnya selalu terurus kemudian kita menatap ke arah segala yang indah seperti engkau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar