Kemari pulang seorang saudagar
Hantarkan nyawa kepada tiang balik serambi
Hari ini dentang tak berkabar
Hanya ada ringan dan sunyi tak bertepi
Sekali memang ia mengadu padaku
Tak pernah rasanya menggapai empedu memang tak perlu
Lain pula dengan dendang yang kita cipta sama sampai ke semua penjuru
Masih ada letak yang belum terisi retak yang tak sempat dinanti
Hanya akan timpali serupa puisi milik penyair yang tuli
Lalu masihkan kita namai yang terberai ini
Mendekat kemari tempiaskan segala hingga usai
Kemari bersama angin di pusat tenggara
Tak mengapa singkirkan penat dengan canda dan tawa
Apapula jika kita raih apa yang tersangkut di lembah antara gersang
Dan merantau bujang dahulu dikampung tiada dikenang
Selain merasa sendiri dalam nyanyian puji dalam doa sepi
Kami pintakan curahan kasih rindu tak bertepi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar