Senin, 03 Juni 2019

Adegan 889

Seperti sediakala ia sempurnakan hujan
Dalam berita yang dibawanya tak pernah sekalipun berderai tangis yang tak semestinya itu
Tetapi kemudian kepada angin ia berkabar bahwa ada sebuah dentang setiap pukul sepuluh malam yang selalu dinantikannya
Lalu kepada apa saja yang tak bisa kita pilihkan mengapa demikian kita tak menolak saja dengan banyak berterimakasih kecuali kepada yang tidak menginginkan
Yaitu hidup yang kita sangsikan padanya banyak yang telah karam hanya ada semisal kemarau panjang ataukah cuitan burung gereja di beranda depan rumah tempat kau berkelahi dan melerai dirimu dengan saudara yang paling kaucintai sebab tidak hanya itu sebelum ketukkan itu datang dan pertanyakan siapa kau sebenarnya
Masuklah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar