Sekali keras mengguncang pundak
Rebahkan pinggang dalam hawa yang lantang
Padi tumbuh tak berisik
Ia yang kekal dalam suasana membatu dan hujan sesekali mencernanya
Merah adalah lahirnya dari tanah yang ia rengkuh sebagai ibu
Dan kemudian pamit kepada siapa saja
Apapun tak pernah menggantikan nya di hadapan roti kering dan teh panas dalam keheningan ia habiskan santapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar