Minggu, 16 Juni 2019

Berbaris

Sekali keras mengguncang pundak
Rebahkan pinggang dalam hawa yang lantang
Padi tumbuh tak berisik
Ia yang kekal dalam suasana membatu dan hujan sesekali mencernanya
Merah adalah lahirnya dari tanah yang ia rengkuh sebagai ibu
Dan kemudian pamit kepada siapa saja
Apapun tak pernah menggantikan nya di hadapan roti kering dan teh panas dalam keheningan ia habiskan santapan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar