Dan yang hidup dari padamu
Yang menanti dan bakal nanti kesini
Menghirup udara pagi yang lembab
Menjejak tanah basah kerna udara
Yak kita cerna karena udara tiupkan sesuatu yang lebih serupa dengan kau dari sini
Duduk tak bergeser lagi
Dan khayal kemana kau jatuh
Dan usaha untuk
Ceburkan diri
Kembali lagi
Sudah terbiasa untuk
Semisal pasar yang tak diisi
Curiga yang terkelabui
Makin kesini kutarik kau menuju sesal
Diambang dermaga
Kita redakan
Kesumat
Walau untuk jatuh
Layak kebumi
Piara masih ku patutkan juga
Hanya saja suaranya tak pernah terdengar lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar