Dan jika sebelum sungai
Terbagi menjadi
Tuan kelana kemana hati kau labuhkan
Tak lagi sirnanya semula fajar
Ia kobarkan tak sanggup menopang
Bilamana tak terdengar
Umpama wajah yang sabar
Semakin ia ingin
Temaram yang menunda
Kuketuk lebihi semakin ia meronta
Nanti kita tak punya tempat
Sebelum mengambil saat
Wajahnya kian yang dekat dan telah berlalu
Serambi kini ia
Hanya lalu tak sebut kenapa
Hanya saja kita ditolak disetiap gerbang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar