Sabtu, 01 Juni 2019

Kesaksian

Menamai sebagai sungkawa dan berderit sesaat sebelum masuki hutan itu ketika masih berkepala dengannya meraih temali mengikatkan kepada tubuh bila masih mungkin untuk berterima kasih maka kepada langit ia tak usah akan kembalikan

Pelan dengan segala risau mesti kita sisihkan setelahnya muncul lagi dan lain ketika hanya berlainan yang tak pernah perlu dituliskan

Mentaati dan menanti menerima mungkin hanyalah milik kesejatian kembalikan serupa apa yang tak pernah di serahkan padamu adalah dusta dan dengannya kita mencoba untuk lebih yakin dalam meramalkan yang sudah-sudah dalam bentuk yang hancur lebur yang hilang muka permintaanku kita bersua di mimpi saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar